Polda Aceh Bongkar 19 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi dalam Sepekan, 22 Orang Jadi Tersangka
BANDA ACEH Kepolisian Daerah Aceh bersama jajaran polres menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam 19 laporan polisi terkait dugaan pe
NASIONAL
JAKARTA -Pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata tentang kemungkinan penangkapan Harun Masiku dalam seminggu menuai polemik. Pernyataan tersebut dianggap oleh sejumlah pihak sebagai langkah yang tidak lazim dan dapat menghambat proses penyidikan kasus korupsi yang menjerat Harun Masiku.
Alexander Marwata awalnya menyampaikan perkembangan terbaru terkait perburuan Harun Masiku setelah menghadiri rapat bersama Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, pada Selasa (11/6/2024). Namun, pernyataannya yang mengungkapkan harapan agar Harun Masiku dapat ditangkap dalam seminggu mendatangkan berbagai tanggapan dari berbagai pihak.
Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, menilai pernyataan tersebut justru dapat menjadi penghambat dalam upaya penangkapan Harun Masiku. Menurutnya, pernyataan tersebut dapat memberi sinyal kepada Harun Masiku untuk berpindah tempat karena mengetahui bahwa dirinya sudah terdeteksi.
“Pernyataan tersebut justru pesan bagi Harun Masiku untuk mencari tempat atau lokasi lain untuk bersembunyi karena yang sekarang sudah ketahuan,” ujar Yudi kepada wartawan, Rabu (12/6/2024).
Pernyataan Marwata juga dinilai bertentangan dengan prinsip kerja penyidik dalam menjalankan tugasnya dengan senyap. Yudi mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut bisa mempersulit kerja para penyidik KPK.
“Harun Masiku sudah menjadi buron selama lebih dari 4 tahun, sehingga tidak ada gunanya bicara seperti itu ke publik,” tegas Yudi.
Selain itu, Ketua IM57+ Institute yang juga mantan penyidik KPK, M Praswad Nugraha, menilai bahwa pernyataan Marwata tampaknya memiliki motif lain yang tidak lazim. Ia menduga bahwa pernyataan tersebut dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan posisi tawar dalam konteks politik tertentu.
“Pengumuman keberadaan buron untuk ditangkap merupakan praktik tidak lazim dalam proses penegakan hukum. Tidak ada pimpinan penegak hukum di seluruh dunia yang mengumumkan saat mengetahui keberadaan lokasi buronan dan sesaat sebelum melaksanakan penangkapan,” jelas Praswad.
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) juga menyoroti pernyataan Marwata, meminta agar KPK tidak menciptakan drama dalam penangkapan Harun Masiku. Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menekankan pentingnya penegakan hukum yang tepat dan tidak berlebihan dalam menangani kasus tersebut.
“Apapun saya tetap mendukung KPK untuk menuntaskan perkara ini dengan menangkap Harun Masiku. Tapi juga dengan cara benar dan tidak terlalu bombastis, terlalu ramai-ramai, tangkap aja udah,” ujar Boyamin Saiman.
Kontroversi yang dipicu oleh pernyataan Marwata ini menyoroti kompleksitas dalam penanganan kasus korupsi dan tata kelola kebijakan hukum di Indonesia, yang seringkali terkait erat dengan dinamika politik dan opini publik.
(N/014)
BANDA ACEH Kepolisian Daerah Aceh bersama jajaran polres menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam 19 laporan polisi terkait dugaan pe
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membawa seorang warga negara Taiwan berinisial YCY, 42 tahun, ke gedung Bareskr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah mempercepat penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setel
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya mengkaji ulang definisi tindak pidana korupsi dalam UndangUndang Pemberan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pemerintah kabupaten dan kota mengembangkan desa serta kelurahan kr
PEMERINTAHAN
NIAS Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mematangkan persiapan penyerahan pengelolaan RSUD dr M Thomsen kepada Pemerintah Kota Gunungsito
KESEHATAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta masyarakat melaporkan jika menemukan praktik pungutan liar (pungli) dalam pengurusan a
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta seluruh rumah sakit di Kota Medan tidak menolak pasien pengguna BPJS Kesehatan yang me
KESEHATAN
MEDAN Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkebunan dan pertemuan berbagai bud
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Banjir dan tanah longsor melanda enam kabupaten di Sumatera Utara pada pekan ketiga hingga keempat Oktober 2026. Bencana yang dipi
PERISTIWA