BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Enam Polisi Diperiksa Usai Kematian Budianto Sitepu Pasca-Penangkapan di Medan

BITVonline.com - Kamis, 26 Desember 2024 16:05 WIB
Enam Polisi Diperiksa Usai Kematian Budianto Sitepu Pasca-Penangkapan di Medan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Medan–Enam personel Satreskrim Polrestabes Medan sedang diperiksa terkait kematian Budianto Sitepu (42), warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang diduga meninggal dunia akibat kekerasan saat penangkapan. Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan menyatakan, Budianto meninggal dunia pada Kamis (26/12/2024) saat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.

“Hasil visum sementara menunjukkan ada luka di kepala dan rahang. Dugaan sementara, kekerasan terjadi saat proses penangkapan,” jelas Gidion, Kamis (26/12/2024). Untuk memastikan pelanggaran terhadap kode etik dan standar operasional prosedur (SOP), keenam personel yang terlibat dalam penangkapan sedang diperiksa oleh Paminal (Pengawasan Internal).

Selain itu, polisi juga sedang memeriksa saksi-saksi dan mengecek rekaman CCTV untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian tersebut. Budianto ditangkap pada Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 01.00 WIB, di Gang Horas, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, setelah ia bersama teman-temannya mengganggu ketertiban dengan memutar musik keras sambil mengonsumsi minuman keras.

Kronologi Kematian Budianto

Menurut istri korban, Dumaria Simangunsong, ia mengetahui suaminya ditangkap setelah menerima kabar sekitar pukul 01.00 WIB pada hari penangkapan. Namun, saat Dumaria mencoba menjenguk suaminya ke Polrestabes Medan pada Rabu pagi, ia hanya diizinkan menitipkan makanan dan tidak diperkenankan bertemu dengan Budianto.

Pada Kamis pagi (26/12/2024), Dumaria menerima kabar bahwa suaminya telah dibawa ke RS Bhayangkara dalam kondisi kritis. Sesampainya di rumah sakit, Dumaria sangat terkejut dan merasa sangat sedih ketika mendapati tubuh suaminya penuh dengan luka lebam, di antaranya pada wajah, dada, dan tubuhnya. “Wajahnya lebam, dadanya biru-biru, badannya juga,” ujar Dumaria sambil menangis. Ia pun menuntut agar kasus ini diusut secara tuntas.

Proses Penyelidikan Berlanjut

Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengungkapkan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk menyelidiki kasus ini secara transparan. Polisi meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dan memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(Christie)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru