BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Kasus Kematian Mahasiswa UKI Terus Diselidiki, Polisi Periksa 23 Saksi

Adelia Syafitri - Selasa, 11 Maret 2025 13:18 WIB
Kasus Kematian Mahasiswa UKI Terus Diselidiki, Polisi Periksa 23 Saksi
Kasus kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Ezra Walewangko masih dalam penyelidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur terus mendalami kasus kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Ezra Walewangko, yang ditemukan tewas di area kampus pada Selasa (4/3).

Hingga kini, polisi telah memeriksa 23 saksi untuk mengungkap kronologi kejadian.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap saksi-saksi akan terus berlanjut.

"Saat ini kami sudah memeriksa 23 saksi untuk pendalaman. Di antaranya 16 mahasiswa, lima petugas keamanan, satu otoritas kampus, dan satu warga setempat," jelas Nicolas.

Nicolas menambahkan bahwa kemungkinan jumlah saksi akan bertambah, terutama dari pihak-pihak yang terlibat langsung dengan kejadian tersebut.

Semua saksi yang diperiksa sejauh ini masih berstatus saksi, dan belum ada yang ditetapkan sebagai terduga pelaku.

Penyelidikan terus dilakukan dengan pendekatan ilmiah atau Scientific Crime Investigation (SCI) untuk mengungkap penyebab pasti kematian Kenzha.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa patahan pagar besi dan botol bekas minuman keras, serta membawa korban untuk divisum di Rumah Sakit Polri.

Kapolres menegaskan bahwa penyelidikan berlangsung sesuai prosedur yang berlaku, dan hingga saat ini, belum ada kendala dalam prosesnya.

Hasil autopsi korban masih menunggu keputusan resmi dari pihak medis.

Sementara itu, Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UKI turut memperjuangkan agar kasus ini diusut tuntas.

Ketua Ikatan Alumni Fisipol UKI, Marlen Sitompul, menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini sampai selesai.

"Kami mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut kasus ini secara transparan dan profesional," ujarnya.

Ikatan alumni juga telah melakukan audiensi dengan pihak Rektorat UKI untuk membahas langkah-langkah selanjutnya.

"Kami ingin agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian adik kami segera ditemukan," tambah Marlen.

Kasus ini terus menarik perhatian publik, terutama karena dugaan pengeroyokan yang terjadi di area kampus.

Semua pihak berharap agar kebenaran segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.

(at/a)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru