Minggu Pertama Puasa, 245 KK Korban Bencana Tapsel Bisa Tinggal di Huntara Nyaman
TAPSEL Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabup
NASIONAL
JAKARTA - Duel klasik bakal tersaji di Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 ketika Timnas Indonesia U-23 kembali bersua Korea Selatan U-23. Laga ini bukan sekadar penentu kelolosan ke putaran final di Qatar, tapi juga ajang balas dendam 10 tahun lalu.
Pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2016 silam, Shin Tae-yong yang saat itu menukangi Korea Selatan U-23, sukses mempermalukan Timnas Indonesia U-23 dengan skor telak 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kekalahan itu menggagalkan langkah Garuda Muda ke putaran final karena kalah selisih gol meski sempat tampil impresif di dua laga awal.
Kini, waktu telah berubah. Timnas Indonesia U-23 tampil sebagai tuan rumah Grup J yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka berada satu grup dengan Korea Selatan U-23, Makau U-23, dan Laos U-23. Dukungan penuh suporter serta materi pemain yang semakin mentereng membuat publik optimis hasil kelam satu dekade lalu takkan terulang.
Skuad Garuda Muda yang dihuni pemain-pemain bertalenta seperti Marselino Ferdinan, Rafael Struick, Ivar Jenner, Justin Hubner, Tim Geypens, hingga Dion Markx, siap mengubah sejarah. Apalagi banyak dari mereka telah memiliki pengalaman bermain di level Eropa serta di Piala Asia U-23 2024 lalu, di mana Indonesia U-23 sempat menyingkirkan Korea Selatan U-23 secara dramatis lewat adu penalti di babak perempat final.
Meski Shin Tae-yong tidak lagi melatih langsung Korea Selatan U-23, kehadirannya sebagai manajer tim dipastikan tetap memberi semangat tersendiri bagi skuad Taeguk Warriors. Namun, kali ini bukan Shin Tae-yong yang ingin mengulang kemenangan, tapi justru publik Indonesia yang ingin menebus luka lama.
Dengan hanya dua tiket lolos dari grup, laga Indonesia U-23 vs Korea Selatan U-23 diprediksi menjadi penentu utama. Akankah Garuda Muda menulis ulang sejarah dengan tinta emas? Ataukah trauma 2016 kembali membayangi?*
(oz/j006)
TAPSEL Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabup
NASIONAL
PADANG Delapan remaja dilaporkan terjebak air bah di Pemandian Lubuk Tongga, Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tanga
PERISTIWA
PADANG Malam ini, jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang melaksanakan salat tarawih pertama di awal Ramadan 1447 Hijriah. Salah sa
AGAMA
JAKARTA Tersangka pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks, Tifauzia Tyassuma, atau akrab disapa Dokter Tifa, mengungkapkan bahwa penel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Dokter Tifa membeberkan hasil penelitiannya terkait ijazah Joko Widodo. Ia mengungkap setid
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (16/2/2026), menyebabkan beberapa titik kembali terendam banjir. Sal
PERISTIWA
TAPANULI TENGAH Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melaporkan banjir melanda seluruh kecamatan di wilayahnya akibat hujan merata
PERISTIWA
PEKALONGAN Amat Muzakhim (56), suami anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) pada S
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri kegiatan punggahan yang digelar di Jalan
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong percepatan penyelesaian revitalisasi Stadion Teladan agar fasilitas olahraga te
OLAHRAGA