Sejumlah nama besar mulai mencuat ke permukaan sebagai kandidat potensial dalam perebutan kursi Ketua KONI Kota Padangsidimpuan periode mendatang.MuskotKONI dijadwalkan akan digelar pada 27 September 2025, dan diprediksi akan menjadi ajang pertarungan bergengsi, tak hanya bagi insan olahraga, tetapi juga bagi para tokoh politik lokal.
Isu paling hangat yang mencuri perhatian publik adalah kabar bahwa Walikota Padangsidimpuan, H. Letnan Dalimunthe, akan turut mencalonkan diri sebagai Ketua KONI. Tak kalah mengejutkan, Wakil Walikota, H. Harry Pahlevi (Levi) juga dikabarkan akan ikut bersaing dalam arena yang sama.
Jika kabar ini benar, maka ajang Muskot tahun ini akan menyuguhkan duel yang sangat menarik, yaitu dua pimpinan tertinggi kota, yang selama ini berdampingan dalam roda pemerintahan, kini akan bersaing secara langsung di panggung olahraga.Peta dukungan pun mulai terbagi. Sejumlah cabang olahraga (cabor) disebut telah melakukan pendekatan politik dan konsolidasi untuk menentukan sikap.
Selain Letnan dan Levi, nama Hasan Sipahutar juga mencuat sebagai calon kuat dalam bursa Ketua KONI. Hasan dikenal aktif dalam dunia olahraga lokal dan memiliki jaringan luas di kalangan pengurus cabang olahraga.
Ia disebut-sebut tengah membangun komunikasi intensif dengan sejumlah pengurus dan pemilik suara di KONIPadangsidimpuan."Semua calon memiliki peluang yang sama. Siapa pun yang terpilih nanti, kita harapkan benar-benar sosok yang bisa memajukan olahraga di Kota Padangsidimpuan," ujar salah satu pengurus cabor yang enggan disebutkan namanya.
MuskotKONI tahun ini bukan sekadar forum olahraga biasa. Dengan munculnya nama-nama politisi dan pejabat tinggi daerah, suasana politik dipastikan turut mewarnai jalannya pemilihan. Tak sedikit pihak menilai bahwa keterlibatan elite pemerintahan dalam bursa KONI memiliki implikasi strategis, baik dari sisi pengaruh politik maupun kepentingan pembangunan olahraga.
Namun, sejumlah pengamat juga mengingatkan bahwa KONI adalah lembaga independen yang seharusnya dijalankan secara profesional, mengutamakan kepentingan pembinaan atlet dan prestasi olahraga daerah, bukan sekadar alat pencitraan atau kendaraan politik.Hingga berita ini diturunkan, belum ada deklarasi resmi dari Letnan, Levi, maupun Hasan terkait pencalonan mereka.
Namun dinamika di lapangan menunjukkan bahwa lobi politik dan manuver strategi tengah berlangsung di balik layar.Komite penjaringan dan penyaringan calon Ketua KONI dijadwalkan akan mulai membuka pendaftaran resmi dalam waktu dekat.
Seluruh mata kini tertuju pada bagaimana konstelasi ini akan berkembang hingga hari pemilihan.*