BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Februari 2026

Jurnalis Malaysia Sentil FAM Usai Disanksi FIFA: ‘Tunjukkan Bukti Naturalisasi Pemain!’

- Minggu, 28 September 2025 11:36 WIB
Jurnalis Malaysia Sentil FAM Usai Disanksi FIFA: ‘Tunjukkan Bukti Naturalisasi Pemain!’
timnas malaysia (foto : instagram/fammalaysia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KUALA LUMPUR – Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) tengah menghadapi badai serius setelah FIFA menjatuhkan sanksi berat terkait dugaan manipulasi dokumen naturalisasi tujuh pemain timnas Malaysia.

Hukuman ini tidak hanya berdampak finansial, tetapi juga menimbulkan perdebatan sengit di kancah sepak bola Negeri Jiran.

FIFA menegaskan dokumen yang diajukan untuk naturalisasi ketujuh pemain—Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, dan Gabriel Palmero—telah dimanipulasi, melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA. Pelanggaran ini terjadi dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada Juni 2025.

Baca Juga:
Akibatnya, FAM dikenakan denda sebesar Rp7,3 miliar, sementara masing-masing pemain harus membayar denda Rp41,8 juta. Sanksi terberat berupa pembekuan aktivitas sepak bola bagi para pemain untuk jangka waktu tertentu. Hukuman ini berlaku meski FAM sudah mengajukan banding.

Menanggapi sanksi ini, FAM sempat mencurigai adanya sabotase dari FIFA untuk mengalihkan perhatian publik dari isu lain, termasuk rumor tentang diusirnya Israel dari UEFA dan Piala Dunia. Namun, langkah ini mendapat kritik tajam dari jurnalis Malaysia, Keesh Sundaresan.

Menurut Keesh, FAM sebaiknya menghentikan upaya pengalihan isu dan fokus pada transparansi. "Paparkan bukti garis keturunan para pemain naturalisasi secara jelas dan transparan. Biarkan publik menekan FIFA jika memang ada kecurangan. Transparansi adalah kunci, bukan malah membiarkan penggemar berada di kegelapan," tegas Keesh melalui akun X (Twitter) pribadinya.

Praktik transparansi seperti ini sudah diterapkan di negara lain, termasuk Indonesia, di mana proses naturalisasi harus melalui sidang parlemen (DPR RI) dengan dokumen pendukung yang sah untuk memperoleh paspor kewarganegaraan tunggal.

Saat ini, nasib ketujuh pemain dan kredibilitas FAM berada di ujung tanduk, menunggu hasil banding serta kejelasan dari dokumen yang dipersoalkan FIFA.*

( oz/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Timnas eFootball Indonesia Lolos ke Putaran Final FIFAe World Cup 2025 di Riyadh
FIFA Restui Rangkap Jabatan Menpora dan Ketum PSSI, Erick Thohir: Saya ‘Clean and Clear’
Erick Thohir Siap Mundur dari Ketua PSSI Jika Diminta FIFA, Usai Resmi Menjabat Menpora RI
Sule Geram Disebut Akan Meninggal karena Ramalan: "Senang Kalian Kalau Saya Mati?"
PMKRI Desak Kejari TTU Tuntaskan Kasus Korupsi Rp1,6 Miliar, Minta Kepala Kejari Dicopot
Thom Haye Ungkap Alasan Tolak Salaman dengan Pemain Lebanon: “Mereka Kelewat Batas”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru