Selama enam pertandingan kualifikasi, Kluivert hanya berhasil membawa Indonesia menang dua kali, sementara empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Lebih dari itu, lini serang Garuda hanya mencetak enam gol, tiga di antaranya melalui penalti, dan kebobolan 14 gol.
Catatan ini memicu desakan dari publik sepak bola nasional agar PSSI segera mengevaluasi performa Kluivert, bahkan tidak sedikit yang mendesak agar kontraknya diputus lebih awal.
Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi dari PSSI. Namun hasil rapat Exco mendatang akan menjadi penentu apakah Patrick Kluivert tetap memimpin Skuad Garuda atau harus angkat kaki lebih cepat dari kursi kepelatihan.*