Wujud Nyata Kehadiran Polri, Kapolres Binjai Salat Jumat Bersama Warga
BINJAI Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. melaksanakan salat Jumat berjemaah bersama elemen masyarakat dan tokoh muda
NASIONAL
Tanpa dialog, warga lama dipaksa pergi, dan kota "dirapikan" untuk mereka yang mampu membeli ruang. Nama jalan diganti, mural rakyat dihapus, dan harga sewa melonjak. Semuanya atas nama pembangunan, tapi hakikatnya adalah kolonialisasi ulang.
Di Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Makassar, kawasan-kawasan "kumuh" dibersihkan, bukan diperbaiki. Di Yogya, warga kampung urban ditekan oleh proyek hotel dan properti. Di Kalijodo, sejarah komunitas disapu bersih demi taman. Ini bukan penataan kota. Ini perampasan kota.
Kini kekerasan penggusuran mendapat legitimasi tertinggi: Proyek Strategis Nasional (PSN). Jalan tol, pelabuhan, kereta cepat, kawasan industri—semuanya masuk dalam daftar mulia itu.
Tapi di balik nama-nama mentereng, kita temukan jejak tangis warga, sawah yang hilang, dan komunitas yang tercerai.
PSN adalah wajah baru dari developmentalism ala Orde Baru yang kini dibungkus jargon modernisasi. Tidak ada ruang bagi warga untuk membentuk masa depannya sendiri, karena semuanya telah dirancang dari pusat, dari ruang rapat, bukan dari realitas tanah yang diinjak rakyat. PSN menjanjikan pertumbuhan ekonomi, tapi menanamkan luka sosial. Ia seperti pisau yang diasah dari dua sisi: satu untuk investasi, satu lagi untuk menggusur.
Apa yang terjadi di Medan dan kota-kota lain di Indonesia sebetulnya adalah gema dari krisis global. Di Rio de Janeiro, ribuan warga miskin digusur demi Olimpiade dan Piala Dunia. Di Delhi, pemukiman kumuh dibuldoser tanpa pemberitahuan demi ruang hijau dan jalur metro. Di Manila, ratusan ribu keluarga dipindahkan paksa ke "relocation sites" yang jauh dari pekerjaan dan sekolah.
Di semua tempat itu, gentrifikasi dan proyek infrastruktur bekerja seperti mesin besar: menggiling mereka yang lemah untuk menghasilkan citra kemajuan.
Namun di semua kota itu pula, kita temui musik sebagai perlawanan. Dari punk favelado di Brasil hingga rap komuniti di Filipina, suara-suara bawah tanah menolak menjadi bisu.
Punk Indonesia—dari Aceh hingga Papua—adalah bagian dari tradisi global itu: menolak penindasan dengan amplifikasi gitar dan lirik-lirik yang menyayat.
"Jadi Pengungsi di Negeri Sendiri": Menolak Lupa dan Diam
Menurut Jovan Siahaan, sebelum album ini diluncurkan, akan digelar sesi diskusi dengan tema "Jadi Pengungsi di Negeri Sendiri", bersama narasumber dari LBH dan KontraS—dua lembaga yang selama ini berdiri di sisi warga terpinggirkan.
BINJAI Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. melaksanakan salat Jumat berjemaah bersama elemen masyarakat dan tokoh muda
NASIONAL
TANJUNGBALAI Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Pengalaman melihat langsung lingkungan dan memahami persoalan di sek
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau kondisi bangunan gedung bersejarah yang berada di Jalan DI Panjaitan, Kel
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi Forum Mahasiswa Aktivis dan Masyarakat (FMAM) Kota Tanjungbalai
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang kembali turun langsung menemui masyarakat melalui prog
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti fenomena masyarakat yang ingin cepat kaya tanpa melewati prose
EKONOMI
Oleh Yakub F. IsmailDELAPAN puluh satu tahun perjalanan institusi Kejaksaan Republik Indonesia (Kejagung RI) bukan sekadar sebuah catatan t
OPINI
BANDAR LAMPUNG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkap dugaan penyebab kasus keracunan yang menimpa 748 pener
PERISTIWA
MEDAN Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara (Sumut) Agung Kurniawan resmi diganti. Posisi tersebut kini dijabat Yo
PEMERINTAHAN