2 Tahun Simpan Luka, Korban Kecelakaan Kerja di Riau Kini Perjuangkan Hak
JAMBI Adzan Agustian (22), warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, harus menjalani hidup dengan kondisi cacat permanen setelah meng
PERISTIWA
Beda dengan Demokrat. Petinggi mereka, SBY, ialah Presiden Ke-6 RI. Ketua umum mereka ialah Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, salah satu tokoh muda yang dinilai berpotensi memimpin negeri ini. Karena itu, lumrah, sangat lumrah, jika Demokrat marah. AHY mengatakan tudingan bahwa Demokrat sebagai dalang di balik usul pemakzulan Gibran dan ijazah palsu Jokowi ialah fitnah. Adiknya yang Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono atau EBY, menyebutnya sebagai fitnah keji, sesat, dan adu domba politik yang tidak berdasar.
Begitulah, misteri perihal orang besar versi Jokowi memantik kegaduhan. Yang dianggap menyebar fitnah lalu membantah. Kaesang, anak ragil Jokowi yang menjabat Ketua Umum PSI, menegaskan bapaknya tidak pernah menyebut partai biru. Dia memastikan hubungan keluarganya dengan keluarga SBY baik-baik saja. Buktinya, sang kakak, Gibran, sempat menjenguk SBY yang dirawat di RSPAD Jakarta, beberapa waktu lalu. Kaesang pun berencana bertemu dengan AHY.
Kalau orang besar bukan partai biru seperti kata Kaesang, lalu dari mana loyalisnya mendapatkan clue-clue yang mengerucut ke partai biru? Ada dua kemungkinan. Pertama, mereka menyimpulkan sendiri lalu menyampaikan ke publik. Jika memang demikian, konyol betul, lancang nian, gegabah benar, mereka. Jika begitu adanya, tak salah Demokrat menyatakan ada upaya adu domba. Tindakan yang sungguh berbahaya.
Kemungkinan kedua, mereka sudah mendapat restu dari Jokowi untuk memberikan clue-clue yang mengarah ke partai biru. Sulit diterima logika, untuk urusan yang begitu gawat, mereka jalan sendiri. Jika itu yang terjadi, Jokowi lempar batu sembunyi tangan. Buang badan. Bagi pemimpin, tokoh besar, sikap itu tak elok, sangat tidak elok.
Insinuasi tidaklah baik. Lebih baik berterus terang jika memang punya dasar yang bisa dipertanggungjawabkan. Kata sastrawan dan politikus Inggris, Lord Chesterfield, insinuasi ialah senjata yang paling berbahaya karena dapat melukai tanpa meninggalkan luka.* (mediaindonesia.com)
*) Penulis adalahDewan Redaksi Media Group
JAMBI Adzan Agustian (22), warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, harus menjalani hidup dengan kondisi cacat permanen setelah meng
PERISTIWA
MEDAN Peristiwa kebakaran melanda pemukiman warga di Jalan Bingkarung, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, Sabtu (8/8/2026). S
PERISTIWA
JAKARTA Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Prabowo Subianto menc
POLITIK
JAKARTA Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengecek progres pembangunan Jembatan Gantung Kendawi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Kami
NASIONAL
JAKARTA Polda Metro Jaya terus menyelidiki kematian pria bernama Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di depan klinik kecantikan Mor
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia menambah catatan buruk di ajang Piala AFF. Garuda tercatat sebagai tim terbanyak menjadi runner up dengan enam ka
OLAHRAGA
SEMARANG Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai manfaat hilirisasi perlu dirasakan lebih adil oleh daerah pengh
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya menegaskan bahwa dari 996 senjata yang ditemukan di ruang Ketua Yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, J
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah
EKONOMI