BREAKING NEWS
Rabu, 18 Maret 2026

MBG Sejatinya Bukan “Makan Beracun Gratis”

Redaksi - Sabtu, 27 September 2025 10:35 WIB
MBG Sejatinya Bukan “Makan Beracun Gratis”
Pasien korban keracunan massal berjalan dengan infus terpasang saat mendapatkan perawatan di Posko Penanganan Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (26/9/2025). (foto: Novrian Arbi/Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Program Makan Bergizi Gratis lahir dengan niat baik untuk memperbaiki masa depan generasi Indonesia. Namun, niat baik saja tidak cukup. MBG memerlukan perencanaan matang, kelembagaan mapan, standar mutu ketat, serta akuntabilitas publik yang tidak bisa ditawar. Kasus keracunan makanan hanyalah gejala dari masalah yang jauh lebih dalam, yakni tata kelola anggaran publik yang rapuh, kelembagaan yang belum siap, serta kecenderungan menjadikan kebijakan publik sebagai instrumen pencitraan politik.

Dengan anggaran Rp 71 triliun tahun ini dan hampir Rp 300 triliun tahun depan, pemerintah berkewajiban penuh memastikan setiap rupiah memberi hasil yang terukur berupa penurunan prevalensi stunting secara signifikan, perbaikan status gizi, serta meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak. Jika tidak, maka MBG bukan hanya akan dikenang sebagai kebijakan populis paling mahal dalam sejarah republik ini, tapi juga paling memalukan.

Evaluasi menyeluruh, bahkan perubahan fundamental, harus dilakukan segera. Jika perlu, program ini diganti dengan desain baru yang lebih selektif, berbasis bukti, dan berfokus pada kualitas ketimbang masifitas.

Hanya dengan cara itu uang rakyat tidak terbuang sia-sia, dan misi mulia menyehatkan generasi masa depan bangsa benar-benar tercapai. Hanya dengan cara itu, MBG tidak terpeleset menjadi singkatan dari Makan Beracun Gratis. Amit-amit.* (nasional.kompas.com)

*) Penulis adalahDoktor Sosiologi dari Universitas Padjadjaran. Pengamat sosial dan kebijakan publik. Pernah berprofesi sebagai Wartawan dan bekerja di industri pertambangan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menu Spageti dan Burger di MBG Tuai Sorotan, BGN: Permintaan Siswa, Bukan Menu Harian
1.035 Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat, BGN: Ayam Disimpan 4 Hari Baru Dimasak!
Civic Foodpreneur: Jalan Lain Menopang MBG dan Sekolah Rakyat
Wakil Kepala BGN Tegas: Dapur MBG Harus Sesuai Prosedur, Tidak Peduli Pemiliknya Jenderal atau Politikus
Program MBG Jadi Sorotan, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Ternyata Ahli Serangga
BGN Tutup 40 Dapur MBG Usai Ribuan Kasus Keracunan Massal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru