37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
Oleh:Dr (c) Laksamana Muflih Iskandar Hasibuan, Lc, M.Ag.,MA.
TULISAN ini merekonstruksi pemikiran ulama besar Aceh, Syekh Abdurrauf As-Singkili (Syiah Kuala), sebagai dasar filosofis pembangunan Aceh masa kini. Gagasan beliau, yang berakar pada ilmu, akhlak, dan keadilan, menunjukkan relevansi luar biasa terhadap tantangan sosial, moral, dan pendidikan di Aceh modern.
Melalui kajian terhadap karya-karya monumental seperti Mir'ât al-Ṭullâb dan Tanbîh al-Masyî, tulisan ini berupaya menafsirkan kembali nilai-nilai yang pernah menghidupkan peradaban Islam di Serambi Makkah, untuk dijadikan pedoman membangun masyarakat Aceh yang berdaya, beradab, dan berkeadilan.Baca Juga:
Dalam sejarah panjang intelektual Islam Nusantara, nama Abdurrauf As-Singkili (1615–1693 M) menempati posisi yang sangat penting. Beliau merupakan ulama besar dari Aceh yang menjadi poros penyebaran ilmu fikih dan tasawuf ke seluruh kawasan Asia Tenggara.
Sebagai Qadhi Malikul Adil (mufti tertinggi) di masa Sultanah Safiatuddin Tajul Alam Syah, beliau bukan hanya seorang cendekiawan keagamaan, tetapi juga seorang arsitek sosial yang membangun tatanan hukum, pendidikan, dan moral masyarakat Aceh.
Pemikiran Abdurrauf As-Singkili menjadi bukti bahwa agama dan pembangunan tidak dapat dipisahkan. Dalam pandangannya, keunggulan suatu negeri bukan ditentukan oleh kemakmuran material semata, tetapi oleh tegaknya ilmu dan adab.
Pemikiran ini kini menjadi landasan penting untuk merefleksikan arah pembangunan Aceh pascareformasi dan otonomi khusus, agar tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan kearifan lokal.
Tulisan ini mencoba melakukan rekonstruksi pemikiran Abdurrauf As-Singkili secara akademik untuk menggali relevansinya dalam membangun Aceh modern, dengan menyoroti tiga aspek utama: (1) ilmu sebagai dasar kemajuan, (2) keadilan sebagai landasan pemerintahan, dan (3) adab sebagai ruh peradaban.
1. Ilmu sebagai Dasar Kemajuan
Dalam karya monumentalnya, Mir'ât al-Ṭullâb fî Tashîl Ma'rifat al-Ahkâm al-Syar'iyyah li al-Malik al-Wahhâb, Abdurrauf menegaskan bahwa ilmu adalah kunci kemuliaan manusia dan masyarakat.
Beliau menulis bahwa orang yang berilmu bukan hanya mengetahui hukum syariat, tetapi juga memahami maqâshid (tujuan moral) dari setiap ajaran Islam. Dengan kata lain, ilmu bukan sekadar pengetahuan normatif, tetapi juga daya pembebas yang mendorong masyarakat menuju kemandirian dan keadilan sosial.
Relevansi pandangan ini sangat besar bagi Aceh masa kini. Dalam situasi di mana pembangunan sering terjebak dalam dimensi fisik dan ekonomi, Abdurrauf mengingatkan bahwa "membangun negeri berarti membangun akal dan nurani."
Pendidikan yang hanya mencetak tenaga kerja tanpa adab akan melahirkan kemajuan yang rapuh.
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN