Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMAOleh: Agnes Clarissa
DI antara deretan film horor tanah air yang kerap menakut-nakuti dengan bayangan mistik dan suara jeritan, "Kang Solah x Nenek Gayung" muncul sebagai angin segar. Disutradarai oleh Herwin Novianto, film ini bukan sekadar kisah tentang hantu pemandi jenazah yang menebar teror, tetapi juga tentang tawa, cinta, dan bagaimana masyarakat memaknai keberanian dalam balutan budaya lokal.
Kepulangan yang Tak DisangkaBaca Juga:
Dari titik ini, film menenun emosi yang tak hanya berputar pada cinta dan kehilangan, tapi juga pada absurditas sosial yang khas pedesaan, di mana rumor bisa lebih menakutkan daripada hantu itu sendiri.
Nenek Gayung dan Bayang Teror yang Lucu
Ketegangan mencapai puncaknya dengan kemunculan Nenek Gayung, sosok legendaris dari urban legend Indonesia yang dikenal sebagai pemandi jenazah misterius. Terornya menebar rasa takut, namun film ini justru bermain di antara garis tipis antara ngeri dan lucu.
Dibantu oleh Kangmas Pusi (Andre Taulany) yang penuh gaya dan sarkasme khas, Solah dan kawan-kawannya mencoba menghadapi ancaman tersebut. Setiap momen mencekam selalu diimbangi dengan humor yang cerdas, mengingatkan penonton bahwa rasa takut pun bisa dijadikan bahan tawa bila disajikan dengan timing yang pas.
Menertawakan Takut, Menertawakan Diri Sendiri
"Kang Solah x Nenek Gayung" bukan semata hiburan ringan. Ia mencerminkan bagaimana budaya populer Indonesia mampu merangkul mitos dan humor dalam satu wadah yang utuh. Horor bukan lagi sekadar momok, melainkan cermin dari kegelisahan masyarakat; dan komedi menjadi alat untuk menertawakannya, menurunkan ketegangan, bahkan menemukan makna baru dari ketakutan itu sendiri.
Kehadiran aktor-aktor seperti Rigen Rakelna, Tora Sudiro, Indro Warkop, dan Andre Taulany memperkuat nuansa komikal film ini tanpa kehilangan sentuhan humanisnya. Dalam tangan Herwin Novianto, film ini terasa seperti perpaduan antara wayang urban dan drama rakyat modern, penuh warna, konyol, namun menyentuh.
Hiburan dengan Jejak Budaya
Lebih dari sekadar tontonan, film ini menunjukkan kematangan sinema Indonesia dalam mengemas legenda lokal dengan pendekatan segar. Ia membuktikan bahwa horor tidak selalu harus gelap dan muram; kadang, tawa justru bisa menjadi cara paling efektif untuk menghadapi ketakutan.
Dengan keseimbangan antara ketegangan dan gelak tawa, "Kang Solah x Nenek Gayung" mengajarkan bahwa kisah-kisah lokal tak pernah kehilangan relevansinya, selama ada keberanian untuk menceritakannya dengan cara baru.*
*) Penulis adalah MahasiswaMahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Semester 5, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN