Rupiah Dibuka Merah Hari Ini, Analis Prediksi Bisa Tembus Rp18.000 per Dolar AS
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 21 September 2026. Rup
EKONOMI
BULELENG — Dua kesenian tradisional khas Kabupaten Buleleng, Bali, yakni Tari Baris Bedug dari Kelurahan Banyuning dan Karya Alilitan dari Masyarakat Empat Desa (Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umejero), resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan.
Penetapan ini diumumkan setelah melalui proses panjang sejak akhir 2024, termasuk tahap verifikasi, pelengkapan narasumber, hingga sidang penetapan di tingkat kementerian.
"Rasa syukur dan bangga atas penetapan dua warisan budaya ini. Ini adalah hasil perjuangan bersama dari banyak pihak," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika, di Buleleng, Senin (13/10).Baca Juga:
Kedua kesenian ini dinilai memiliki keunikan yang tidak ditemukan di daerah lain. Tari Baris Bedug dikenal sebagai bagian dari prosesi ngaben (pembakaran jenazah) yang dibawakan oleh empat penari, dengan ciri khas bungkuk atau puntalan kain di punggung yang mengandung simbol-simbol religius.
Tarian ini biasa ditampilkan pada prosesi tedun sawe dan pelepasan tali peti, menjadikannya sebagai unsur sakral dalam adat masyarakat Buleleng.
Sementara itu, Karya Alilitan adalah tradisi khas dari komunitas Catur Desa yang telah diwariskan turun-temurun dan masih lestari hingga saat ini.
"Penetapan WBTb hanya diberikan kepada tradisi yang masih hidup dan aktif dijalankan masyarakat. Dua tradisi ini memenuhi kriteria tersebut," jelas Wisandika.
Dengan bertambahnya dua kesenian ini, jumlah unsur WBTb yang dimiliki Kabupaten Buleleng kini mencapai 18 tradisi.
Dinas Kebudayaan terus berkomitmen mengidentifikasi dan mengusulkan budaya lokal lainnya untuk mendapat pengakuan serupa, termasuk dalam kategori Cagar Budaya.
"Tahun ini satu Cagar Budaya, yakni Gereja Pantekosta, sudah hampir selesai proses penetapannya dan tinggal menunggu SK Bupati," ujar Wisandika.
Wisandika menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
"Kebudayaan harus digali, dikembangkan, disebarluaskan, dan dilestarikan. Bukan hanya untuk kita sekarang, tapi juga untuk anak cucu kita nanti," tegasnya.
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 21 September 2026. Rup
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Sejumlah saham yang masuk jajaran
EKONOMI
JAKARTA Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Senin, 21 September 2026, bergerak beragam. Sejumlah komoditas utama mengalami k
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Apple memperkenalkan desain yang cukup segar lewat iPhone Air. Alihalih menggunakan modul kamera besar seperti yang umum ditemu
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam turun pada perdagangan Senin, 21 September 20
EKONOMI
JAKARTA Sudah berada di tempat tidur, tetapi rasa kantuk tak kunjung datang? Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh banyak pikira
KESEHATAN
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat atau KUR BNI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
EKONOMI
JAKARTA Dalam ajaran Islam, mati syahid tidak hanya dikaitkan dengan orang yang gugur ketika berjuang di jalan Allah. Sejumlah hadis Nab
AGAMA
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap berharap pelantikan pengurus Himpunan Marga Lubis Dohot Anak Boruna (Hima Lubis) Kota
PEMERINTAHAN