Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran yang Hancurkan 23 Kendaraan di Kisaran
KISARAN Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan mobil di Jalan SM Raja No. 289, Kisaran, Asahan pada Kamis (2/4) siang. Sebanya
PERISTIWA
OLEH : Raman Krisna
Mereka bukan menyeberangi sungai untuk bermain, tapi untuk belajar.
Sementara itu, pemerintah sibuk membagi nasi bungkus sambil mengaku peduli gizi.
Pendidikan sedang tenggelam di arus pencitraan.
Baca Juga:Sebuah video viral di media sosial menampilkan pemandangan memilukan, anak-anak sekolah di pelosok Indonesia menyeberangi sungai menggunakan kotak foam demi bisa sampai ke sekolah. Di tengah gempuran klaim keberhasilan program Makan Bergizi (MBG), potret nyata itu menjadi tamparan keras bagi pemerintah.
Bagaimana mungkin pemerintah berkoar soal gizi, sementara anak-anak bangsa masih harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk menuntut ilmu? Apakah program MBG benar-benar solusi, atau sekadar proyek politik yang dibungkus jargon kesejahteraan rakyat?Program MBG digembar-gemborkan sebagai langkah mulia untuk menekan angka stunting dan meningkatkan asupan gizi.
Tapi faktanya, pelaksanaannya justru penuh tanda tanya—dari distribusi yang tidak merata, menu yang asal-asalan, hingga dugaan pembagian "jatah" bagi pihak tertentu. Ini bukan program gizi; ini program politisasi perut rakyat.Kita tidak butuh nasi bungkus gratis yang datang sekejap, lalu hilang tanpa jejak. Yang dibutuhkan anak bangsa adalah akses pendidikan yang layak dan aman:
- Sekolah yang nyaman dan layak digunakan, bukan gedung reyot di ujung kampung.
- Lapangan olahraga di setiap sekolah, agar anak-anak tumbuh sehat dan bahagia.
- Jembatan penghubung di setiap daerah terpencil, agar tak ada lagi anak sekolah yang berjuang menantang maut di sungai demi menuntut ilmu.
Pendidikan adalah tulang punggung bangsa, bukan konsumsi sesaat. Dan guru—pilar utama pendidikan—masih jauh dari kata sejahtera. Ironisnya, negara lebih sibuk memoles citra lewat program populis ketimbang memperjuangkan martabat tenaga pendidik.
Pak Prabowo, jika Anda benar-benar peduli pada masa depan generasi muda, bukalah mata terhadap kenyataan di lapangan. Bangunlah jembatan, bukan hanya program pencitraan. Bangunlah sekolah, bukan proyek politik.
Bangunlah masa depan, bukan sekadar menu makan siang.Karena anak-anak yang kini menyeberangi sungai dengan kotak foam, suatu hari akan menilai sendiri siapa yang benar-benar bekerja untuk mereka—dan siapa yang hanya bermain dengan slogan.*
*) Penulis adalah Tim Redaksi BITV
KISARAN Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan mobil di Jalan SM Raja No. 289, Kisaran, Asahan pada Kamis (2/4) siang. Sebanya
PERISTIWA
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,2 mengguncang wilayah Maluku Utara pada Jumat pagi, sekitar pukul 08.44 WIB. Pusat gempa
NASIONAL
PANGKALPINANG Insiden tertundanya keberangkatan puluhan santriwati asal Bangka dalam penerbangan Super Air Jet IU 3823 berbuntut panjang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Produk susu Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diketahui dijual denga
PEMERINTAHAN
JAKARTA Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko, akan segera menjalani persidangan terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang melib
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas batangan Antam mengalami penurunan signifikan pada Jumat pagi, 3 April 2026. Harga emas 1 gram tercatat anjlok sebesa
EKONOMI
JAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menerima laporan dari 12 orang yang mengaku telah menerima ancaman setelah terjad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Setelah divonis bebas dari dakwaan kasus korupsi terkait markup biaya produksi video profil desa, Amsal Sitepu kembali mendapatk
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai ratusan juta rupiah saat menggeledah rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, On
HUKUM DAN KRIMINAL
BEIRUT Misi perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, Rabu (2/4/2026), menggelar upacara penghormatan terakhir bagi tiga prajurit TNI yang gugu
INTERNASIONAL