Kapolri Persilakan Buruh Peserta BPJS Kesehatan Gunakan Layanan Faskes Polri di Seluruh Indonesia
TANGERANG Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan buruh peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan milik Polri untuk
KESEHATAN
OLEH : Raman Krisna
Mereka bukan menyeberangi sungai untuk bermain, tapi untuk belajar.
Sementara itu, pemerintah sibuk membagi nasi bungkus sambil mengaku peduli gizi.
Pendidikan sedang tenggelam di arus pencitraan.
Baca Juga:Sebuah video viral di media sosial menampilkan pemandangan memilukan, anak-anak sekolah di pelosok Indonesia menyeberangi sungai menggunakan kotak foam demi bisa sampai ke sekolah. Di tengah gempuran klaim keberhasilan program Makan Bergizi (MBG), potret nyata itu menjadi tamparan keras bagi pemerintah.
Bagaimana mungkin pemerintah berkoar soal gizi, sementara anak-anak bangsa masih harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk menuntut ilmu? Apakah program MBG benar-benar solusi, atau sekadar proyek politik yang dibungkus jargon kesejahteraan rakyat?Program MBG digembar-gemborkan sebagai langkah mulia untuk menekan angka stunting dan meningkatkan asupan gizi.
Tapi faktanya, pelaksanaannya justru penuh tanda tanya—dari distribusi yang tidak merata, menu yang asal-asalan, hingga dugaan pembagian "jatah" bagi pihak tertentu. Ini bukan program gizi; ini program politisasi perut rakyat.Kita tidak butuh nasi bungkus gratis yang datang sekejap, lalu hilang tanpa jejak. Yang dibutuhkan anak bangsa adalah akses pendidikan yang layak dan aman:
- Sekolah yang nyaman dan layak digunakan, bukan gedung reyot di ujung kampung.
- Lapangan olahraga di setiap sekolah, agar anak-anak tumbuh sehat dan bahagia.
- Jembatan penghubung di setiap daerah terpencil, agar tak ada lagi anak sekolah yang berjuang menantang maut di sungai demi menuntut ilmu.
Pendidikan adalah tulang punggung bangsa, bukan konsumsi sesaat. Dan guru—pilar utama pendidikan—masih jauh dari kata sejahtera. Ironisnya, negara lebih sibuk memoles citra lewat program populis ketimbang memperjuangkan martabat tenaga pendidik.
Pak Prabowo, jika Anda benar-benar peduli pada masa depan generasi muda, bukalah mata terhadap kenyataan di lapangan. Bangunlah jembatan, bukan hanya program pencitraan. Bangunlah sekolah, bukan proyek politik.
Bangunlah masa depan, bukan sekadar menu makan siang.Karena anak-anak yang kini menyeberangi sungai dengan kotak foam, suatu hari akan menilai sendiri siapa yang benar-benar bekerja untuk mereka—dan siapa yang hanya bermain dengan slogan.*
*) Penulis adalah Tim Redaksi BITV
TANGERANG Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan buruh peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan milik Polri untuk
KESEHATAN
JAKARTA Informasi mengenai saldo DANA gratis hingga Rp146.000 kembali ramai beredar di media sosial. Klaim tersebut menyebutkan pengguna
EKONOMI
JAKARTA Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq menyatakan dukungannya terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Komando Daerah TNI Angkatan Laut III kembali menggelar Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) G
NASIONAL
JAKARTA Oloan Paniaran Nababan terus memacu akselerasi pembangunan daerahnya. Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan itu bertemu Ketua Dewa
PEMERINTAHAN
PAPUA Aparat gabungan dalam Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil menangkap empat terduga pelaku penembakan terhadap pesawat perintis Smar
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN, SUMUT Harapan warga Dusun II Silou Raya, Nagori Dame Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, akan akses air bersih kian
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR Abdullah menanggapi pernyataan Presiden ke7 RI, Joko Widodo, yang mengaku tidak berperan dalam revisi Un
POLITIK
JAKARTA Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digelar di Amerika Serikat, anggota DPR RI berhar
POLITIK
SIMALUNGUN Dusun II Silou Raya, Nagori Dame Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, diselimuti semangat gotong royon
NASIONAL