Disutradarai oleh Danial Rifki, film ini merupakan adaptasi dari komik dengan judul serupa yang menjadi best seller Bhuana Ilmu Populer (BIP) Gramedia.
Bergenre drama komedi, filmKeluarga Super Irit dipenuhi gelak tawa dengan menyoroti kehidupan super irit serta ide-ide inovatif dari keluarga Sukarhata.
Dari Ide Inovatif hingga Musibah Tak Terduga Film ini memperlihatkan perjuangan keluarga Sukaharta dalam bertahan hidup dengan keiritan. Sang ayah sangat disiplin dalam mengatur keuangan, sementara sang Ibu berperan mengatur keuangan utama dalam keluarga.
Di sisi lain, anak-anak mereka mulai jenuh dengan kehidupan irit, namun tetap harus mengikuti aturan tersebut.
Ironisnya, kehidupan irit keluarga Sukaharta tidak membuahkan hasil yang sepadan. Berbanding terbalik dengan peribahasa "usaha tidak akan mengkhianati hasil". Keiritan mereka justru menyebabkan berbagai musibah datang menghampiri.
Salah satunya keharusan pindah ke rumah kecil yang sebenarnya merupakan rumah burung. Dari situlah mereka memulai kehidupan dari nol dengan melahirkan berbagai ide inovatif.
Inovasi hidup irit mereka dimulai dari sang ibu yang menciptakan "botol cawik". Mengingat ketersediaan air yang sulit dan harga yang melangit. Tak hanya itu, berbagai kreativitas lain terus bermunculan dalam keseharian mereka.
Namun, setelah banyaknya inovasi kehidupan irit, justru memunculkan cobaan baru. Rencana kembali ke rumah sewaan awal pupus karena keuangan belum mencukupi, sementara rumah tersebut sudah disewa orang lain.
Cobaan tak berhenti sampai di situ. Sally, anak perempuan mereka yang sudah dibebani tanggung jawab mencari uang sejak SMP, juga mengalami kemalangan. Di sisi lain, usaha jasa titip sang ibu perlahan kian sepi pelanggan.