BREAKING NEWS
Rabu, 12 Agustus 2026

Bukan Hanya Manusia yang Menari

- Minggu, 04 Januari 2026 13:33 WIB
Bukan Hanya Manusia yang Menari
Dua ekor Burung Bangau Mahkota Merah. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: Jaya Suprana

*DARI kata benda tari lahirlah kata kerja menari, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebagai gerak tubuh berirama, sering kali diiringi bunyi-bunyian.

Pada hakikatnya, manusia mampu menari karena memiliki kecerdasan mengolah gerak tubuh agar selaras dengan irama pengiringnya. Seni tari memang diciptakan oleh manusia. Namun, bukan berarti ia menjadi monopoli manusia semata.

Baca Juga:

Di alam, cukup banyak makhluk hidup yang memperlihatkan perilaku menyerupai tarian gerak-gerak ritmis yang memiliki fungsi tertentu, terutama dalam komunikasi dan reproduksi.

Burung cenderawasih, misalnya.

Burung jantan dari keluarga Paradisaeidae ini berkumpul di area tertentu dan menampilkan pertunjukan yang memukau: melompat, memutar tubuh, mengayunkan sayap, serta memamerkan bulu hiasnya. Gerakan tersebut menyerupai tarian ritual untuk menarik perhatian betina dalam proses seleksi seksual.

Hal serupa terlihat pada burung merak (Pavo cristatus).

Sang jantan mengembangkan ekor panjangnya, menggoyangkannya, dan berputar di hadapan betina. Ritual kawin ini menjadi ajang pamer kejantanan, kesehatan, dan kualitas genetik.

Burung manakin (Pipridae) bahkan dikenal melakukan tarian kelompok di atas cabang pohon.

Mereka melompat, berputar, dan menghasilkan bunyi "snap" dari sayapnya. Tarian ini berfungsi untuk menarik pasangan sekaligus mempertahankan wilayah.

Di laut, lumba-lumba memperlihatkan perilaku serupa.

Mereka berenang melengkung, melompat tinggi, dan bermain di permukaan air, terutama saat musim kawin atau dalam interaksi sosial. Gerakan tersebut memperkuat ikatan sosial sekaligus menunjukkan vitalitas.

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Seni Tari Indonesia Memukau di Konferensi Internasional Musik dan Tarian Tradisional ke-48 di Selandia Baru
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru