Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
Oleh:Ikrama Masloman
*PERDEBATAN polemik keputusan Presiden Prabowo yang membawa Indonesia berhimpun dalam meja perundingan Board of Peace (BoP) tidak bijak jika kita berhenti sekedar pada konklusi 'setuju atau menolak'.
Karena Palestina khususnya Gaza, serta Timur Tengah secara keseluruhan, adalah ruang kajian yang mengandung banyak kompleksitas untuk sekedar dibaca dengan sudut pandang moral yang tunggal.Baca Juga:
Ketimbang kita bersepakat atau menolak, lebih baik putusan diplomasi ini kita uji, namun sebagai sebuah tindakan, keberanian Indonesia hadir, menggambarkan kemampuan Indonesia membaca medan konflik, dan mengembangkan aneka kemungkinan-kemungkinan menjaga stabilitas perdamaian, Khususnya perdamaian di timur tengah yang penuh lapisan kuasa, sejarah kolonial, dan perang proxy global.
Secara historis, suka atau tidak suka, Timur Tengah bukan sekadar kawasan konflik antarnegara, melainkan sebuah proxy, arena persilangan aneka kepentingan global.
Dan percaya atau tidak, hampir tidak ditemukan konflik di kawasan ini yang murni bersifat lokal.
Palestina, Israel, Suriah, Yaman, Lebanon, UEA hingga Irak selalu melibatkan proxy actors yang ikut sponsori negara-negara besar, aliansi regional, milisi ideologis, hingga tentu ada yang menargetkan sumberdaya ekonomi dan energi sebagai salah satu kepentingan.
Dalam kondisi kompleks ini, perlu difahami konflik kadang tidak benar-benar ingin diakhiri, bisa jadi yang terjadi adalah dikelola, dibekukan, atau distabilkan.
Maka di tengah konflik Panjang dengan aneka resolusi yang telah diupayakan selama ini (PBB, Pertemuan Regional, sidang-sidang Panjang), yang telah diupayakan namun tidak mencapai stabilitas.
Kenapa tidak kita apresiasi upaya baru? Meski upaya itu belum bisa kita prediksi ke depan, namun dengan adanya gagasan rekonstruksi Gaza contohnya, kenapa tidak dilihat upaya ini sebagai tindakan yang progresif melampaui forum diskusi tapi forum aksi?
Selain faktor geopolitik global, geopolitik dan geostrategi Kawasan Timur Tengah, kita tahu bersama memiliki dimensi yang berbasis kuatnya identitas suku, sektarianisme, dan ego politik yang berakar panjang.
Loyalitas tidak selalu untuk membangun negara-bangsa modern, tetapi pada garis etnis, agama, mazhab dalam agama, dan ingatan kolektif yang saling bertabrakan, dimana masa lalu kadang belum dilupakan, seperti di Prancis meninggalkan dendam masa lalu, kemudian membangun tatanan baru, di timur tengah Masa lalu kadang jadi alat membunuh masa depan.
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN