BREAKING NEWS
Minggu, 15 Februari 2026

Menguji Nyali Sejarah dan Moralitas Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia di Tubuh GMKI Cabang Medan Menuju Samosir

BITV Admin - Sabtu, 14 Februari 2026 20:46 WIB
Menguji Nyali Sejarah dan Moralitas Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia di Tubuh GMKI Cabang Medan Menuju Samosir
Ruben Cornelius Siagian. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Konfercab GMKI Cabang Medan akan menjadi cerminan bagaimana masa depan kaderisasi GMKI di wilayah Sumatera Utara bahkan secara nasional.

Harapan kader Indonesia terhadap GMKI tidak pernah berubah, yaitu GMKI harus tetap menjadi organisasi mahasiswa yang berani berpikir kritis, berdiri di pihak keadilan, dan menghadirkan suara kenabian di tengah masyarakat.

Dalam Injil Matius 5:13-14, kader Kristen dipanggil menjadi garam dan terang dunia. Filosofi ini menegaskan bahwa GMKI tidak boleh hanya hadir dalam ruang diskusi intelektual, tetapi harus menjadi terang dalam realitas sosial yang penuh ketidakadilan.

Kepada Ketua Terpilih

Ketua GMKI yang akan terpilih harus menyadari bahwa kepemimpinan dalam GMKI bukan jabatan kehormatan, melainkan tanggung jawab pengorbanan. Memimpin GMKI berarti siap dikritik, diuji, dan bahkan disalahpahami demi menjaga nilai organisasi.

Ketua GMKI harus berani membangun kaderisasi yang berkarakter, memperkuat solidaritas lintas komisariat, serta menghidupkan kembali tradisi intelektual dan spiritual GMKI. Kepemimpinan GMKI tidak boleh hanya fokus pada stabilitas organisasi, tetapi harus berorientasi pada transformasi kader.

Penutup

Konfercab ke-37 harus menjadi titik balik kebangkitan moral GMKI Cabang Medan. GMKI tidak boleh kehilangan roh pergerakan yang selama ini menjadikannya organisasi kader yang diperhitungkan dalam sejarah bangsa.

Jika Konfercab mampu melahirkan kepemimpinan yang jujur, visioner, dan berakar pada nilai Kristiani, maka GMKI akan tetap menjadi gerakan harapan. Tetapi jika Konfercab hanya menjadi rutinitas struktural, maka GMKI perlahan akan kehilangan relevansinya.

GMKI memiliki sejarah besar. Namun sejarah tidak pernah cukup untuk menjamin masa depan.

Masa depan GMKI ditentukan oleh keberanian kader hari ini untuk kembali kepada nilai, kepada panggilan iman, dan kepada tanggung jawab sejarah.
Konfercab bukan sekadar forum organisasi. Konfercab adalah ujian nurani GMKI.*

*)Penulis adalahakademisi muda dan aktivis organisasi.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Tantang Pemuda Medan: Jangan Sekadar Kritik, Tapi Hadirkan Solusi Nyata untuk Pembangunan
Tak Gubris Keputusan Presiden, Ratusan Warga Kepulauan Batu Geruduk Base Camp PT Gruti dan PT Teluk Nauli
Hutan Nias Terancam: Komisi JPIC Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Perusak Alam
Wamendagri Pastikan Pembangunan “Aula Prabowo Subianto” di STA/SMTK Wamena Segera Dimulai
16 BEM dan Organisasi Kepemudaan Ajukan Tuntutan Tegas ke DPR, Ini Daftar Lengkapnya
GMKI Sampaikan Enam Sikap Kritis ke DPR, Desak Transparansi dan Supremasi Sipil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru