BREAKING NEWS
Senin, 13 April 2026

GAMKI Sumut Gelar Ibadah Paskah, Syukuran Bona Taon, dan RPH ke-5 Tahun 2026 dalam Satu Momentum Penguatan Iman dan Konsolidasi Organisasi

BITV Admin - Senin, 13 April 2026 18:28 WIB
GAMKI Sumut Gelar Ibadah Paskah, Syukuran Bona Taon, dan RPH ke-5 Tahun 2026 dalam Satu Momentum Penguatan Iman dan Konsolidasi Organisasi
Pdt. S. Lumban Raja menyampaikan firman Tuhan dalam rangkaian Ibadah Paskah GAMKI Sumut. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Ruben Cornelius Siagian

Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, peran organisasi kepemudaan berbasis nilai menjadi semakin krusial. Apa yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Sumatera Utara patut diapresiasi sebagai sebuah langkah strategis, yaitu menyatukan dimensi spiritualitas, konsolidasi organisasi, dan perumusan arah gerak dalam satu momentum yang utuh.

Melalui penyelenggaraan Ibadah Paskah, Syukuran Bona Taon, serta Rapat Pengurus Harian (RPH) ke-5 dalam satu hari, GAMKI Sumut tidak hanya menjalankan agenda rutin organisasi, tetapi juga menunjukkan model kepemimpinan kolektif yang terintegrasi dan berorientasi pada dampak.

Baca Juga:

Spiritualitas sebagai Fondasi Gerakan

Perayaan Paskah yang dipimpin oleh Pdt. S. Lumban Raja menjadi titik awal refleksi yang mendalam. Dalam khotbahnya, ditegaskan bahwa pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus bukan sekadar peristiwa teologis, melainkan panggilan etis bagi setiap kader untuk hidup dalam disiplin, integritas, dan kesungguhan pelayanan.


(Pdt. S. Lumban Raja menyampaikan firman Tuhan dalam rangkaian Ibadah Paskah GAMKI Sumut)

Di sinilah GAMKI menunjukkan bahwa gerakan pemuda tidak boleh tercerabut dari akar spiritualnya. Dalam konteks zaman yang seringkali pragmatis, pendekatan ini menjadi penting untuk membentuk karakter kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.


(Suasana Ibadah Paskah GAMKI Sumut 2026 yang dipimpin oleh pelayan ibadah di Medan)

Tema "Pulihkan Bangsa Kami" (Mazmur 80) yang diangkat dalam kegiatan ini juga mencerminkan kesadaran kolektif bahwa pemulihan bangsa tidak bisa dilepaskan dari pembaruan nilai dan kepemimpinan yang berakar pada iman.

Konsolidasi Organisasi yang Terarah

Kehadiran jajaran pimpinan DPD GAMKI Sumut, mulai dari Ketua Swangro Lumbanbatu, Sekretaris Erwin Nopiter Situmorang, hingga para wakil ketua bidang seperti Berkat Marbun, Alex Lumbantobing SH., Dupien Asido Marganti Siburian S.T, M.Si, Daulat Viktor Sinaga S.H, Dewi Pika Lbn Batu, SH.MH, Bintang Lesmana Hutasoit, S.Pd, Ferdina Lase S.Pd, Ruben Cornelius Siagian dan beberapa pengurus menunjukkan soliditas internal organisasi.


(Pengurus GAMKI Sumut mengikuti Rapat Pengurus Harian (RPH) ke-5 dengan penuh perhatian)

Rapat Pengurus Harian (RPH) ke-5 menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi dan merumuskan arah organisasi ke depan, khususnya pada bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK). Fokus pada evaluasi kepengurusan cabang di tingkat kabupaten/kota merupakan langkah penting dalam menjaga kesinambungan dan kualitas struktur organisasi.


(Diskusi dan konsolidasi kader GAMKI Sumut dalam RPH guna merumuskan program kerja 2026)

RPH juga berfungsi sebagai forum silaturahmi yang memperkuat kohesi internal. Dalam organisasi kepemudaan, faktor kebersamaan seringkali menjadi penentu keberhasilan program kerja.
Masukan dari penasihat GAMKI Sumut, Harris Silalahi, dengan prinsip 3C—Christ, Character, dan Competence—memberikan arah yang jelas bahwa kaderisasi tidak hanya berbicara tentang jumlah, tetapi kualitas. Loyalitas dan kapasitas menjadi dua sisi yang harus berjalan seiring.

Dari Wacana ke Aksi pada Peran Nyata dalam Ekonomi

Yang menarik, GAMKI Sumut tidak berhenti pada tataran diskusi dan perumusan program. Organisasi ini mulai menunjukkan langkah konkret dalam pemberdayaan ekonomi, khususnya melalui pengembangan sektor UMKM dan pertanian milenial.


Peran Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM, Daulat Viktor S.H. Sinaga, menjadi contoh nyata bagaimana kader GAMKI dapat hadir sebagai agen perubahan ekonomi. Melalui Mutiara Vanila Curing Station di Medan, ia tidak hanya membangun usaha, tetapi juga menciptakan ekosistem kemitraan dengan petani vanili di Sumatera Utara.


Inisiatif ini memiliki dampak strategis: meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui pengolahan vanili menjadi produk gourmet berkualitas ekspor. Dalam konteks globalisasi ekonomi, langkah ini menunjukkan bahwa pemuda daerah mampu bersaing di pasar internasional jika didukung oleh inovasi dan jaringan yang tepat.


Kolaborasi dengan perusahaan seperti PT Maison Vanilla dan PT Tripper Nature Bali juga membuka peluang transfer teknologi dan standar produksi internasional. Di sisi lain, upaya sosialisasi dan pelatihan kepada kader GAMKI terkait budidaya dan pengolahan vanili menunjukkan komitmen pada penguatan kapasitas sumber daya manusia.


Program ini selaras dengan agenda nasional seperti penguatan UMKM, Koperasi Merah Putih, dan pengembangan BUMDes. Dengan demikian, GAMKI tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang lebih luas.

Sinergi dengan Pemerintah dan peluang dan tantangan

Komitmen GAMKI Sumut untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution menjadi langkah strategis yang patut didorong. Posisi Ketua DPD GAMKI Sumut yang dinilai memiliki akses komunikasi dengan pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang konstruktif.

Namun, sinergi ini juga harus diiringi dengan sikap kritis dan independensi organisasi. GAMKI perlu menjaga keseimbangan antara menjadi mitra strategis pemerintah dan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai bagian dari masyarakat sipil.


Jika dikelola dengan baik, kolaborasi ini dapat mempercepat realisasi program pembangunan, khususnya di bidang pemberdayaan pemuda, ekonomi kreatif, dan peningkatan kualitas SDM.

Menjadi Garam dan Terang di Tengah Masyarakat

Pada akhirnya, rangkaian kegiatan yang digelar GAMKI Sumut ini bukan sekadar seremonial, tetapi refleksi dari upaya membangun organisasi yang utuh: kuat secara spiritual, solid secara organisasi, dan nyata dalam kontribusi sosial-ekonomi.

Harapan agar kader GAMKI menjadi "garam dan terang dunia" bukanlah slogan kosong. Ini adalah panggilan untuk hadir di tengah masyarakat, membawa perubahan, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang ada.


Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, model gerakan seperti ini menjadi relevan dan dibutuhkan. GAMKI Sumut telah menunjukkan bahwa pemuda Kristen tidak hanya berbicara tentang iman, tetapi juga tentang aksi nyata bagi bangsa.


Langkah ke depan tentu tidak mudah. Namun, dengan fondasi yang telah dibangun, yaitu spiritualitas, konsolidasi, dan program konkret, dan GAMKI Sumut memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu motor penggerak perubahan di Sumatera Utara, bahkan Indonesia.*


*) Penulis adalahSekretaris Lembaga Bentukan Advokasi dan Pendidikan Pemilihan Umum (LAPP) GAMKI Sumatera Utara

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Warga Tapteng Keluhkan Bantuan Bencana Tak Cair, Bobby Nasution Ungkap Penyebabnya
Pemprov Sumut Targetkan Enam Desa Antikorupsi Tahun Ini, Ini Daftar Wilayahnya
Bupati Labusel Minta MTQ 2026 Transparan, Larang Juri Punya Hubungan Keluarga dengan Peserta
Jelajah Desa di Labusel, Bupati Fery Sahputra Janjikan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pedesaan
Polda Sumut Tangkap Guru Swasta di Deli Serdang, Sita 2 Kg Sabu dan 2.000 Ekstasi
Amnesty International Kritik Istilah “Inflasi Pengamat”, Sebut Pemerintahan Prabowo Terkesan Antikritik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru