Wapres Gibran Tinjau Persiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di JMTC, Imbau Pemudik Tetap Waspada
BEKASI Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di
NASIONAL
JAKARTA -Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya toleransi dalam menjaga perdamaian di Indonesia. Dalam acara Dialog Kebangsaan dan Rapat Kerja Nasional Gerakan Kebangsaan (Gekira) yang diadakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Yaqut menegaskan bahwa Indonesia hanya akan mencapai kedamaian jika seluruh elemen masyarakatnya mampu menerapkan sikap toleransi terhadap perbedaan, termasuk dalam hal pendirian rumah ibadah.
Menurut Yaqut, penolakan terhadap pendirian rumah ibadah agama lain menunjukkan kurangnya pemahaman tentang ajaran agama yang sebenarnya. “Orang yang ribut dan menolak keberadaan rumah ibadah agama lain, artinya mereka belum mendalami agama mereka dengan baik. Kalau mereka benar-benar memahami ajaran agama mereka, pasti mereka akan lebih toleran dan tidak akan menolak keberadaan rumah ibadah agama lain,” ungkap Yaqut dalam sambutannya.
Yaqut menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, toleransi merupakan salah satu nilai utama yang harus dijunjung tinggi. Ia mengingatkan bahwa meskipun terdapat perbedaan iman di antara individu, semua manusia tetap bersaudara dalam kemanusiaan. “Lalu, apa yang bisa menjadi alasan untuk menolak pendirian rumah ibadah orang lain? Tidak ada. Jika ada umat Islam yang menolak pendirian rumah ibadah, bisa dipastikan bahwa mereka belum sepenuhnya memahami ajaran Islam,” lanjut Yaqut.
Lebih lanjut, Yaqut menekankan bahwa toleransi bukan hanya nilai dalam agama Islam tetapi juga merupakan ajaran universal yang ada dalam semua agama. Ia menyatakan bahwa jika seseorang tidak dapat menunjukkan sikap toleransi, maka ia tidak mencerminkan kualitas manusia sejati. “Toleransi adalah bagian integral dari semua agama. Jika kita tidak dapat toleran, maka kita bukanlah wujud dari manusia yang sesungguhnya. Oleh karena itu, agama kita, baik itu Islam maupun agama lain, pasti menjunjung tinggi nilai toleransi,” jelas Yaqut.
Dalam kesempatan tersebut, Yaqut juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keragaman yang dimiliki Indonesia. Ia menekankan pentingnya saling menghormati dan membantu satu sama lain, tanpa memandang latar belakang agama atau suku. “Mari kita jaga keragaman yang dimiliki Indonesia, kita saling bertoleransi dan membantu apapun latar belakang kita. Semuanya demi Indonesia, demi negara kita tercinta,” ajak Yaqut.
Pernyataan Yaqut Cholil Qoumas ini mencerminkan komitmennya untuk mempromosikan kerukunan dan perdamaian di Indonesia melalui pemahaman dan penerapan toleransi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
(N/014)
BEKASI Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di
NASIONAL
JAKARTA Kurnia Royani, salah satu tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi), melontarkan kritik keras
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk anak
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, melaksanakan aksi sosial dengan membagikan ratusan bingkisan sembako dan Tunjanga
NASIONAL
JAKARTA Dokter Tifauzia Tyassuma, atau yang akrab disapa Dokter Tifa, mengungkapkan keputusannya untuk menarik diri sejenak dari polemik
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga, SH, MH, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Aula Pendopo Giri Moyo,
NASIONAL
JAKARTA Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univers
EKONOMI
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia membuka peluang impor minyak dari berb
EKONOMI
TABANAN Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Tabanan mengimbau seluruh masyarakat untuk segera mengurus proses Balik Nama (Peralihan Hak
NASIONAL
MEDAN Polisi akhirnya mengungkapkan motif di balik tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh Syawal Ardiansyah Nasution (22), yang me
HUKUM DAN KRIMINAL