BREAKING NEWS
Selasa, 17 Maret 2026

Menag Yaqut Cholil Qoumas: ”Toleransi adalah Kunci Perdamaian Indonesia, Penolakan Terhadap Rumah Ibadah Tanda Kurangnya Pemahaman Agama”

BITVonline.com - Sabtu, 03 Agustus 2024 07:54 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas: ”Toleransi adalah Kunci Perdamaian Indonesia, Penolakan Terhadap Rumah Ibadah Tanda Kurangnya Pemahaman Agama”
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya toleransi dalam menjaga perdamaian di Indonesia. Dalam acara Dialog Kebangsaan dan Rapat Kerja Nasional Gerakan Kebangsaan (Gekira) yang diadakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Yaqut menegaskan bahwa Indonesia hanya akan mencapai kedamaian jika seluruh elemen masyarakatnya mampu menerapkan sikap toleransi terhadap perbedaan, termasuk dalam hal pendirian rumah ibadah.

Menurut Yaqut, penolakan terhadap pendirian rumah ibadah agama lain menunjukkan kurangnya pemahaman tentang ajaran agama yang sebenarnya. “Orang yang ribut dan menolak keberadaan rumah ibadah agama lain, artinya mereka belum mendalami agama mereka dengan baik. Kalau mereka benar-benar memahami ajaran agama mereka, pasti mereka akan lebih toleran dan tidak akan menolak keberadaan rumah ibadah agama lain,” ungkap Yaqut dalam sambutannya.

Yaqut menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, toleransi merupakan salah satu nilai utama yang harus dijunjung tinggi. Ia mengingatkan bahwa meskipun terdapat perbedaan iman di antara individu, semua manusia tetap bersaudara dalam kemanusiaan. “Lalu, apa yang bisa menjadi alasan untuk menolak pendirian rumah ibadah orang lain? Tidak ada. Jika ada umat Islam yang menolak pendirian rumah ibadah, bisa dipastikan bahwa mereka belum sepenuhnya memahami ajaran Islam,” lanjut Yaqut.

Lebih lanjut, Yaqut menekankan bahwa toleransi bukan hanya nilai dalam agama Islam tetapi juga merupakan ajaran universal yang ada dalam semua agama. Ia menyatakan bahwa jika seseorang tidak dapat menunjukkan sikap toleransi, maka ia tidak mencerminkan kualitas manusia sejati. “Toleransi adalah bagian integral dari semua agama. Jika kita tidak dapat toleran, maka kita bukanlah wujud dari manusia yang sesungguhnya. Oleh karena itu, agama kita, baik itu Islam maupun agama lain, pasti menjunjung tinggi nilai toleransi,” jelas Yaqut.

Dalam kesempatan tersebut, Yaqut juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keragaman yang dimiliki Indonesia. Ia menekankan pentingnya saling menghormati dan membantu satu sama lain, tanpa memandang latar belakang agama atau suku. “Mari kita jaga keragaman yang dimiliki Indonesia, kita saling bertoleransi dan membantu apapun latar belakang kita. Semuanya demi Indonesia, demi negara kita tercinta,” ajak Yaqut.

Pernyataan Yaqut Cholil Qoumas ini mencerminkan komitmennya untuk mempromosikan kerukunan dan perdamaian di Indonesia melalui pemahaman dan penerapan toleransi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru