Naik Maung Putih, Prabowo Disambut Meriah Ribuan Petani dan Nelayan di Gorontalo
GORONTALO Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten
PEMERINTAHAN
JAKARTA- Partai Gerindra menyambut baik usulan terkait status KPU dan Bawaslu yang disarankan untuk menjadi badan adhoc. Usulan tersebut mengemuka dalam konteks efisiensi anggaran, terutama dengan pelaksanaan pemilu dan pilkada yang kini dilaksanakan dalam tahun yang sama. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi, menjelaskan bahwa perubahan status KPU dan Bawaslu menjadi lembaga sementara dapat menghemat anggaran negara, khususnya dalam hal operasional kedua lembaga tersebut.
Bambang Haryadi menilai bahwa keberadaan KPU dan Bawaslu yang bersifat permanen saat ini tidak sepenuhnya efisien, mengingat pesta demokrasi seperti Pilpres dan Pilkada diadakan berdekatan, bahkan di tahun yang sama. Menurut Bambang, setelah Pemilu atau Pilkada selesai, tidak ada kegiatan besar lainnya yang memerlukan kewenangan kedua lembaga tersebut dalam waktu dekat. Oleh karena itu, wacana menjadikan KPU dan Bawaslu sebagai badan adhoc patut dipertimbangkan.
“Kalau permanen, Pilkada dan Pilpres dilakukan serentak di tahun yang sama. Nah setelah itu kan tidak ada lagi perhelatan politik dalam waktu dekat,” ujar Bambang dalam wawancaranya dengan awak media, Kamis (21/11/2024).
Anggota Fraksi Gerindra ini juga menyinggung efisiensi anggaran yang selama ini dialokasikan untuk menggaji dan menjalankan operasional KPU dan Bawaslu. Menurut Bambang, dengan menjadikan kedua lembaga tersebut bersifat sementara, negara dapat menghemat pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan di luar tahun-tahun penyelenggaraan pemilu.
“Kami akan mengkaji secara mendalam usulan KPU dan Bawaslu menjadi adhoc. Kami akan pertimbangkan baik dan buruknya, serta efektivitasnya, termasuk seberapa besar dampak efisiensi anggaran,” jelas Bambang.
Sebelumnya, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, juga mengusulkan agar KPU hanya berstatus badan adhoc yang hanya beroperasi dua tahun, yakni selama masa persiapan dan pelaksanaan pemilu. Menurutnya, hal ini akan membantu mengurangi beban anggaran negara, terutama di luar tahun-tahun Pemilu.
“Jadi kita sedang berpikir, KPU itu hanya lembaga adhoc, dua tahun saja. Ngapain kita menghabiskan uang negara kebanyakan,” kata Saleh dalam rapat dengar pendapat di DPR, pada 31 Oktober 2024.
Namun, meski usulan ini menarik perhatian banyak pihak, terutama terkait efisiensi anggaran, penerapan sistem adhoc untuk KPU dan Bawaslu tentu memerlukan kajian mendalam. Beberapa pihak mungkin juga akan menilai apakah status lembaga ini bisa berjalan efektif tanpa mengganggu kelancaran penyelenggaraan pemilu dan pilkada di masa mendatang.
(JOHANSIRAIT)
GORONTALO Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya belum menyerah dalam upayanya mendapatkan status justice collaborator (
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Ombudsman Republik Indonesia mengungkap masih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara yang belum menganton
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyiapkan dua opsi untuk mengatasi maraknya pungutan liar (pungli) di sejumlah destinasi wis
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi X DPR RI mendukung wacana pengalihan sepeda motor sitaan Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional
POLITIK
JAKARTA Perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo memasuki babak baru. Berkas perka
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangu
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (24/6/2026) di zona hijau. Pada sesi pembukaan, IHSG tercatat meng
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan cukup tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Harga logam
EKONOMI
JAKARTA Harga cabai rawit merah masih berada di level tinggi pada perdagangan Rabu (24/6/2026) pagi. Berdasarkan data Pusat Informasi Ha
EKONOMI