RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, Bobby Nasution: Jadi Pedoman Pembangunan Sumut ke Depan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyaksikan penyampaian pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait R
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Abcandra Muhammad Akbar Supratman mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah dinamika Pilkada yang sedang berlangsung. Dalam diskusi bertajuk “Peran Pemuda Dalam Menjaga Persatuan Di Tengah Pilkada,” yang digelar di Kota Palu, Senin (18/11/2024), Abcandra menegaskan bahwa tujuan bernegara bukanlah untuk memecah belah, melainkan untuk memperkuat persatuan bangsa.
“Meski Pilkada penuh dinamika dan persaingan, kita harus selalu ingat bahwa perpecahan bukanlah tujuan. Pemuda Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah, berkeinginan agar Pilkada berjalan damai dan menyatukan kita semua,” ujar Abcandra di hadapan peserta diskusi yang sebagian besar merupakan anak muda dari berbagai kalangan.
Diskusi ini digelar berkat kerja sama MPR dengan Yayasan Karya Anak Sulawesi dan dihadiri oleh berbagai elemen pemuda setempat. Dalam kesempatan itu, Abcandra mengajak pemuda untuk menggunakan ruang kebebasan berpendapat secara positif dalam rangka menjaga keharmonisan.
Abcandra menyampaikan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap warga negara, termasuk pemuda, memiliki hak untuk menyuarakan pendapat dan aspirasi. Namun, ia menegaskan bahwa dalam setiap dinamika politik, pemuda harus mampu menjaga kedamaian dan persatuan.
“Diskusi ini adalah salah satu bentuk pemuda menikmati kebebasan berpendapat. Tapi, kita semua harus ingat, setelah pemilu atau Pilkada, semua harus kembali bersatu, meski sebelumnya mungkin ada perbedaan pilihan,” tambahnya.
Abcandra juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam perpecahan setelah proses Pilkada selesai. Menurutnya, hasil dari Pilkada atau pemilu apapun harus diterima dengan lapang dada, dan semua pihak harus kembali bersatu demi kemajuan daerah dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Abcandra menyampaikan keyakinannya terhadap tiga pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam Pilkada Provinsi Sulawesi Tengah. Ia menilai bahwa ketiga paslon adalah putra-putri terbaik daerah yang memiliki niat yang sama untuk memajukan Sulawesi Tengah.
“Tak ada niatan dari ketiga paslon untuk membawa Sulawesi Tengah mundur. Ketiga paslon ini adalah putra terbaik daerah, mereka pasti memiliki semangat yang sama untuk membangun Sulawesi Tengah lebih baik lagi,” ujar Abcandra.
Sebagai alumni Universitas Trisakti yang pernah menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Abcandra mengingatkan bahwa perjuangan untuk mencapai posisi dalam politik bukanlah hal yang mudah. Karena itu, penting untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang bisa memecah belah.
Abcandra juga memberikan contoh tentang bagaimana pasca-Pilpres 2019, meski Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah rival politik, keduanya akhirnya bisa bersatu untuk kepentingan bangsa. Ia menekankan, bahwa sebagai bangsa yang taat pada konstitusi, Indonesia juga harus mengikuti prinsip yang sama, yaitu mengutamakan persatuan setelah pemilu.
“Jangan sampai setelah Pilkada, kita terpecah belah. Kita harus tetap mengutamakan persatuan dan bekerja sama untuk kemajuan daerah dan negara. Kita semua ingin Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.
Diskusi malam itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Abcandra selama kunjungan kerjanya di Palu. Sebelumnya, ia juga menggelar diskusi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintahan Kota Palu, budayawan, akademisi, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat, untuk membahas isu-isu terkini terkait demokrasi, pembangunan, dan peran pemuda.
Abcandra menutup diskusi dengan menekankan bahwa perpecahan dalam masyarakat justru akan membawa kemunduran dalam berdemokrasi. Ia berharap agar semua pihak, termasuk tim sukses dari paslon-paslon yang bertarung, dapat menjaga sikap damai dan tidak terjebak dalam rivalitas yang berlarut-larut.
“Jika ada yang merasa ada kejanggalan dalam Pilkada, kita sudah punya jalur konstitusional untuk menyelesaikannya. Namun, yang terpenting adalah kita harus menjaga persatuan setelah semuanya selesai,” pungkasnya. (JOHANSIRAIT)
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyaksikan penyampaian pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait R
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyaks
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menjelaskan rencana pembelajaran bahasa asing sejak kelas
NASIONAL
JAKARTA Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej mengungkapkan pemerintah tengah menyusun Rancangan U
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) P
PEMERINTAHAN
PESISIR SELATAN Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan permanen
NASIONAL
ACEH TAMIANG Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat koordinasi dengan Pemer
NASIONAL
ACEH SINGKIL Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mempercepat penyerapan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp21 miliar untuk menduk
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
KARO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul dugaa
NASIONAL