Sempat Dinyatakan Sembuh, 15 Siswa Karo Kembali Dirawat Usai Dugaan Keracunan MBG
MEDAN Sebanyak 15 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menjalani perawatan di rumah sakit setelah sebelumnya sempat dinyatak
PERISTIWA
Jakarta – Google kembali berhadapan dengan pengawasan antimonopoli, kali ini oleh otoritas antimonopoli Inggris, Competition and Markets Authority (CMA). Pada tahun 2025, CMA mengumumkan telah meluncurkan investigasi terhadap layanan pencarian Google di bawah U.K. Digital Markets, Competition and Consumers Act (DMCC), yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025.
Undang-undang baru ini bertujuan untuk melindungi konsumen dan bisnis dari praktik bisnis yang tidak adil oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar. Dalam investigasi ini, CMA akan menilai apakah Google perlu diberikan Status Pasar Strategis (SMS) terkait layanan pencarian umum dan iklan pencarian. Jika status ini diberikan, Google akan diwajibkan mematuhi persyaratan perilaku atau intervensi pro-persaingan.
CMA juga akan menyelidiki apakah Google menggunakan dominasi pasar untuk menghalangi inovasi dari perusahaan pesaing. Salah satu fokus utama regulator adalah peran Google dalam pencarian dan periklanan berbasis kecerdasan buatan (AI). Regulator berencana untuk menilai apakah Google memprioritaskan layanan pencariannya sendiri, sementara memblokir akses pesaing untuk memasuki pasar tersebut.
Sarah Cardell, CEO CMA, menyatakan bahwa dengan potensi besar AI untuk mengubah layanan pencarian online, persaingan yang adil menjadi sangat penting. “Tugas kami adalah memastikan konsumen mendapatkan manfaat penuh dari pilihan dan inovasi dalam layanan pencarian, serta memastikan adanya persaingan yang adil bagi bisnis, baik besar maupun kecil,” ujar Cardell dalam siaran pers.
Investigasi ini merupakan bagian dari serangkaian penyelidikan yang sedang dihadapi oleh Google oleh berbagai otoritas di seluruh dunia. CMA memberikan tenggat waktu hingga 13 Oktober 2025 untuk menyelesaikan penyelidikan ini, dan mengundang pihak-pihak terkait untuk memberikan komentar sebelum 3 Februari 2025.
Google, melalui juru bicaranya, memberikan tanggapan terkait penyelidikan ini. “Google Search mendukung jutaan bisnis di Inggris untuk berkembang dengan menjangkau pelanggan dengan cara yang inovatif,” kata juru bicara Google. “Kami akan terus bekerja sama dengan CMA untuk memastikan bahwa regulasi baru ini menguntungkan semua jenis situs web dan memungkinkan orang-orang di Inggris tetap mendapatkan manfaat dari layanan yang bermanfaat dan canggih.”
(CHRISTIE)
MEDAN Sebanyak 15 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menjalani perawatan di rumah sakit setelah sebelumnya sempat dinyatak
PERISTIWA
MEDAN Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara. Keindahan danau vulkanik ini membuat banyak wisatawan
PARIWISATA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 11 September 2026. Tekanan terjadi seiring koreksi sej
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, bervariasi berdasarkan ukuran. Harg
EKONOMI
JAKARTA Harga pangan secara ratarata nasional bergerak bervariasi pada Jumat, 11 September 2026. Sejumlah komoditas mengalami penurunan
EKONOMI
MEDAN Tiga mantan pejabat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Belawan didakwa melakukan tindak pidana korupsi terkait pe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung memastikan penyidikan dugaan praktik lancung dalam tata kelola kebun dan industri sawit di Kementerian Lingkunga
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerima manfaat program Makan Bergizi G
NASIONAL
JAKARTA Kasus penembakan yang menewaskan Wili Mbuik, aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Jayawijaya, Papua Pegunungan, kembali m
PERISTIWA
JAKARTA Pernah mendengar pernyataan bahwa salat tidak diterima selama 40 hari karena melakukan dosa tertentu? Ungkapan tersebut memang b
AGAMA