Seskab Teddy Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Dukung Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja
JAKARTA Pemerintah Indonesia mengumumkan penerapan Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional yang akan mulai berlaku pada 1 April
NASIONAL
Jakarta – Telkom melalui layanan digital Netmonk Prime kini mengincar sektor perbankan sebagai target untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan jaringan. Netmonk Prime memungkinkan perusahaan di industri keuangan dan perbankan untuk memantau kinerja jaringan, server, serta Web/API dengan cara yang lebih andal dan mudah dibandingkan metode manual. Monitoring jaringan sangat krusial di sektor perbankan, mengingat tingginya volume transaksi dan layanan yang melibatkan data sensitif.
Dengan Netmonk Prime, tim IT dapat melacak kecepatan transfer data, konektivitas antar-cabang, serta memantau status mesin ATM dan layanan perbankan online secara real-time. Hal ini bertujuan untuk memastikan operasional berjalan lancar tanpa hambatan. Selain itu, Netmonk Prime juga memainkan peran penting dalam aspek keamanan. Layanan ini mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan, seperti percobaan serangan siber atau anomali dalam lalu lintas data yang dapat mengancam keamanan sistem perbankan.
Komang Budi Aryasa, EVP Digital Business Telkom, menjelaskan bahwa Netmonk Prime membantu perusahaan untuk mengidentifikasi kapan waktu yang tepat untuk meningkatkan kapasitas jaringan, proaktif menjaga kualitas layanan, serta mendeteksi potensi masalah sejak dini. Dengan kemampuan analisis pola penggunaan jaringan, perusahaan dapat mengoptimalkan pemeliharaan jaringan tanpa mengganggu operasional utama.
“Netmonk Prime memungkinkan perusahaan untuk melihat pola penggunaan jaringan dengan lebih detail, termasuk saat peak hours dan waktu dengan penggunaan rendah, sehingga pemeliharaan dapat dijadwalkan tanpa mengganggu operasional utama,” ujar Komang.
Layanan ini juga memberikan laporan yang membantu menentukan waktu yang ideal untuk menambah kapasitas jaringan, seiring dengan pertumbuhan bisnis yang terus meningkat. Di sektor perbankan, kebutuhan akan server yang andal dan aman sangatlah kompleks. Bank perlu mengelola data transaksi finansial dengan cepat, aman, dan efisien, yang mengharuskan adanya server dengan tingkat keamanan tinggi untuk menjaga data nasabah dari ancaman peretasan dan kebocoran informasi.
Selain itu, server harus mampu menangani penyimpanan data berskala besar dan kompatibilitas dengan sistem lama yang masih banyak digunakan oleh bank. “Kondisi server yang mengalami latensi atau keterlambatan jaringan tinggi bisa berisiko besar bagi reputasi suatu bank. Oleh karena itu, kualitas jaringan yang stabil dan aman menjadi kunci keberhasilan operasional perbankan,” tambah Komang.
(christie)
JAKARTA Pemerintah Indonesia mengumumkan penerapan Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional yang akan mulai berlaku pada 1 April
NASIONAL
LABUSEL Dalam rangka menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun menuju Indonesia Maju, Bunda PAUD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labuse
PENDIDIKAN
SEOUL Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Pangkalan Udara Seoul (Seoul Air Base/K16), Seongnam, Korea Selatan pada S
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memangkas anggaran perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari langka
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja dari rumah (WFH)
NASIONAL
MEDAN Permohonan penangguhan penahanan terhadap Amsal Sitepu, yang diajukan oleh Komisi III DPR RI, resmi dikabulkan oleh Pengadilan Neg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menolak untuk bertanggung jawab atas gugurnya tiga prajurit TNI yang terga
PERISTIWA
MEDAN Petani bawang merah di Sumatera Utara menggelar aksi protes besarbesaran pada Senin (30/3/2026), menuntut pemerintah segera mengh
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melakukan peninjauan langsung terhadap Lapangan Kebun Bunga di Jalan Candi
OLAHRAGA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Stadion Teladan
OLAHRAGA