Dokter Spesialis Penyakit Anak, I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, menyatakan bahwa sebagian besar kasus DBD terjadi pada anak-anak dan remaja. "47 persen kasus dengue terjadi pada anak-anak, dengan kelompok usia 1 hingga 14 tahun mencatatkan angka kematian tertinggi," jelas Ayu. Oleh karena itu, vaksinasi dengue menjadi langkah perlindungan tambahan yang sangat disarankan, meskipun saat ini vaksinasi ini tidak termasuk dalam program BPJS, melainkan dalam Program Imunisasi Nasional yang menargetkan anak-anak.
DBD sering kali diawali dengan gejala demam tinggi, nyeri kepala, bintik merah di kulit, muntah, dan sakit perut. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa berkembang menjadi syok dengue yang berisiko fatal, terutama pada anak-anak.