BTN Dukung Swasembada Papan 2045, Dorong Akses Hunian untuk MBR
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
JAKARTA -Metode diet Intermittent Fasting (IF) 16:8 semakin populer sebagai cara untuk menurunkan berat badan. Namun, selain membantu pengelolaan berat badan, metode ini juga diklaim dapat mencegah kanker. Hal ini diungkap oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP, dalam acara World Cancer Day 2025 bertajuk 'Kanker Tidak Menunggu, Kenapa Kita Menunggu? Deteksi Dini, Selamatkan Hidup' di Sahid Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2025).
"Justru untuk mencegah. Untuk mencegah apa? Mencegah kanker," ujar Prof. Aru dalam kesempatan tersebut.
Bagaimana IF 16:8 Bekerja dalam Mencegah Kanker?
Dalam penjelasannya, Prof. Aru menyebut bahwa korelasi antara IF 16:8 dan pencegahan kanker terletak pada proses metabolisme tubuh selama fase puasa 16 jam. Saat tidak ada asupan makanan, tubuh akan mencari sumber energi alternatif, termasuk dari sel-sel yang tidak berguna, beracun, atau berpotensi menjadi sel kanker.
"Kalau kamu tidak makan selama 16 jam, tapi tetap minum air putih, tubuh akan mencari energi dari sel-sel yang tidak berguna, termasuk yang toksik atau beracun. Harapannya, sel-sel kanker yang baru mulai terbentuk juga ikut dihancurkan dan dijadikan energi," jelasnya.
Pola Makan yang Dianjurkan dalam IF 16:8
Untuk memaksimalkan manfaat IF 16:8 dalam mencegah kanker, Prof. Aru menekankan pentingnya memilih makanan yang dikonsumsi dalam jendela makan 8 jam. Ia menyarankan untuk menghindari ultra-processed food atau makanan olahan yang mengandung banyak zat tambahan dan diproduksi secara industri.
"Makanan ultra-processed itu termasuk mi instan, daging olahan seperti sosis, bakso, nugget, serta makanan kemasan seperti keripik, biskuit, dan minuman berpengawet. Semua makanan yang bisa disimpan lama biasanya sudah melalui proses industri yang tinggi," tegasnya.
Ia juga merekomendasikan agar dalam jangka waktu 8 jam makan, seseorang tetap mengonsumsi makanan utama sebanyak dua kali, yakni makan siang dan makan malam, serta menghindari konsumsi makanan ringan atau snack berlebihan.
"Kalau hanya satu kali makan, bisa kekurangan nutrisi. Jadi, tetap dua kali makan, tapi jangan terlalu banyak ngemil. Kalau mau nyolong-nyolong sedikit boleh, asal jangan keterusan," tambahnya.
Metode IF 16:8 kini semakin banyak diterapkan oleh masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Selain manfaatnya untuk menurunkan berat badan, temuan baru terkait potensinya dalam pencegahan kanker semakin memperkuat alasan untuk menjalani pola makan ini dengan disiplin dan seimbang.
(vv/a)
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
BANDA ACEH SMAN 7 Banda Aceh menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah berhasil memborong lima medali emas, tiga
PENDIDIKAN
TELUK PANJI Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini t
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan bertahan di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Tek
EKONOMI
MEDAN PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah kembali normal 100 persen setelah sebelumnya t
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menyinggung adanya praktik deep state atau negara dalam negara di lingkung
POLITIK
JAKARTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meyakini Rancangan UndangUndang (RUU) Satu Data Indonesia dapat menjadi solusi untuk mengatasi p
NASIONAL
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ikatan personalnya dengan Kabupaten Kebumen saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Bu
NASIONAL