Meskipun tidak membatalkan puasa, penggunaan suntik KB tetap perlu mendapat perhatian terkait efek sampingnya.
Beberapa ibu mungkin merasakan efek samping seperti perubahan siklus menstruasi, nafsu makan yang berubah, pusing, atau bahkan sakit kepala, serta peningkatan berat badan.
Untuk KB suntik 3 bulan, ibu juga dapat mengalami amenorea (tidak haid dalam jangka panjang) atau perdarahan yang tidak teratur.
Namun, ibu yang memilih untuk menggunakan KB suntik pada bulan Ramadan tidak perlu khawatir bahwa hal tersebut akan mempengaruhi puasa mereka.
Sebagai catatan, suntik KB sebaiknya dilakukan sesuai dengan anjuran tenaga medis, dan sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat sesuai dengan siklus menstruasi atau setelah melahirkan.
Ibu-ibu yang menggunakan suntik KB selama Ramadan dapat melanjutkan ibadah puasa mereka tanpa khawatir bahwa suntikan tersebut akan membatalkan puasa. Suntik KB tidak mengandung nutrisi yang bisa membatalkan puasa, dan penggunaannya tetap aman dilakukan saat berpuasa.
Selalu pastikan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui waktu yang tepat dalam menggunakan suntik KB, terutama jika itu dilakukan setelah melahirkan atau pada awal siklus menstruasi.