Terancam Punah, Nama Ketut Kini Hanya 4,9 Persen: Pemprov Bali Siapkan Insentif Khusus!
DENPASAR Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan kebijakan khusus untuk menjaga kelestarian tradisi penamaan anak di Bali yang mulai tergeru
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA -Dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dan Kemenpora pada Rabu (5/3), Ahmad Dhani, politikus Partai Gerindra, mengungkapkan beberapa usulan terkait program naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia.
Dhani menyatakan dukungannya terhadap program naturalisasi yang digagas oleh PSSI, namun ia memberikan saran agar calon pemain naturalisasi tidak lagi berasal dari Eropa.
Menurut Dhani, pemain yang memiliki penampilan fisik khas Eropa, seperti berkulit putih, berambut pirang, dan bermata biru, kurang cocok dengan ciri khas Indonesia.
"Kurangilah pemain yang bule dalam tanda kutip, yang rasnya bule ya, rambut pirang, mata biru karena menurut saya untuk Indonesia itu kurang enak dilihat," ujar Dhani dalam rapat tersebut.
Ia menyarankan agar pemain yang dinaturalisasi lebih mirip dengan orang Indonesia, misalnya berasal dari negara-negara seperti Korea atau Afrika yang memiliki kemiripan ras.
"Kalau bisa dicari yang mungkin dari ras yang mirip-mirip dengan kita, entah itu dari Korea atau dari Afrika, enggak masalah banyak, yang penting warnanya kulitnya masih seperti kita," tambah Dhani.
Selain itu, Dhani juga mengusulkan agar pemain yang berusia di atas 40 tahun dapat menjadi bagian dari program naturalisasi.
Ia mengusulkan agar pemain-pemain veteran yang sudah berusia lebih dari 40 tahun dapat dinaturalisasi, bahkan dengan cara yang lebih "out of the box".
"Naturalisasi tidak harus pemain, bisa juga misalnya pemain-pemain bola yang sudah di atas usia 40, itu bisa juga kita naturalisasi pemain bola yang hebat. Lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia," ujar Dhani sambil bercanda.
Meskipun usulannya terkesan unik dan mengundang tawa, terutama terkait ide mencari jodoh bagi pemain di atas usia 40 tahun, Dhani menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan pemain-pemain dari negara-negara seperti Arab, Aljazair, atau Maroko, yang telah berusia lanjut.
"Kemungkinan ada pemain dari Arab, Aljazair, atau Maroko, banyak pemain jago-jago mungkin sudah tua kita naturalisasi," jelas Dhani.
Usulan Dhani tersebut disambut dengan tawa dari anggota Komisi X, termasuk Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, serta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dan Wakil Ketua PSSI, Zainudin Amali.
Pada rapat tersebut, Komisi X DPR RI menyetujui rekomendasi naturalisasi untuk tiga pemain keturunan, yakni Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy.
Rekomendasi tersebut diharapkan dapat membawa dampak positif bagi prestasi Timnas Indonesia ke depan.
(cn/a)
DENPASAR Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan kebijakan khusus untuk menjaga kelestarian tradisi penamaan anak di Bali yang mulai tergeru
SENI DAN BUDAYA
WASHINGTON, D.C. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh berpengaruh di Ira
INTERNASIONAL
JAKARTA Harga pangan nasional masih menunjukkan tren kenaikan setelah libur Lebaran 2026. Data dari Bank Indonesia melalui Pusat Informa
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda mengusulkan pemerintah melakukan efisiensi anggaran secara menyeluruh di tengah mening
EKONOMI
MEDAN Kepolisian Daerah Sumatera Utara memperketat pengamanan arus balik Lebaran 2026 dengan fokus pada jalur rawan kemacetan dan kawasa
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan produksi Antam mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu (25/3/2026). Emas ukuran 1 gram
EKONOMI
TAPTENG Wakil Ketua DPRD Tapanuli Tengah, Joneri Sihite, meminta Bupati Masinton Pasaribu mengevaluasi hasil seleksi Direktur Perusahaan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah pada awal perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, di tengah dinamika p
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, meski penurunannya masih terbatas.I
EKONOMI
TABANAN Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tabanan menyoroti maraknya pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan tidak men
NASIONAL