BREAKING NEWS
Senin, 02 Februari 2026

Prabowo Soroti Masalah Sampah di Bali: 'Bagaimana Turis Mau Datang Jika Pantai Kotor?

Dharma - Senin, 02 Februari 2026 12:41 WIB
Prabowo Soroti Masalah Sampah di Bali: 'Bagaimana Turis Mau Datang Jika Pantai Kotor?
Presiden Prabowo Subianto Dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor Senin, 2 Februari 2026. (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BOGOR Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti salah satu permasalahan yang mengganggu pariwisata Indonesia, yakni sampah.

Dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor (Senin, 2 Februari 2026), Prabowo dengan tegas mengkritik kondisi sampah yang banyak dijumpai di Bali, pulau yang terkenal dengan keindahan alamnya.

Prabowo mengatakan, sektor pariwisata adalah salah satu yang paling potensial untuk pengembangan ekonomi Indonesia, karena banyak menyerap tenaga kerja.

Baca Juga:

Namun, masalah sampah yang belum tertangani dengan baik menjadi tantangan serius bagi sektor ini.

"Indonesia indah, dia mau datang, lihat kumuh. Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor," ujar Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Presiden juga mengungkapkan keluhan yang diterimanya dari tokoh-tokoh internasional tentang kebersihan Bali.

Dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh di Korea, Prabowo mengungkapkan mereka mengeluhkan kondisi Bali yang dianggap kotor.

"I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice," ujar Prabowo menirukan keluhan tersebut.

Prabowo menegaskan bahwa Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia perlu segera menangani permasalahan sampah yang ada di pantainya.

Pada kesempatan itu, Prabowo menunjukkan foto kondisi sampah di pantai Bali pada Desember 2025, yang menurutnya semakin memperburuk citra pariwisata Bali.

"Bagaimana turis mau datang ke situ kalau lihat sampah?" kata Prabowo.

Sebagai solusi, Prabowo mengajak pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pelajar, untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, tidak ada salahnya jika bupati dan gubernur memerintahkan untuk mengerahkan aparat dan masyarakat, termasuk polisi, untuk melakukan kerja bakti rutin di lokasi-lokasi yang menjadi titik rawan sampah.

"Kepolisian, kerahkan, korve, korve, korve," tegasnya, mengingatkan pentingnya peran aktif semua pihak dalam menjaga kebersihan Bali.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
ASN Kanwil Kemenkum Bali Gelar Persembahyangan Purnama Kawulu untuk Perkuat Etos Kerja Berintegritas
Operasi Keselamatan Agung 2026 Dimulai, Polres Gianyar Siapkan 1.492 Personel Jaga Kamseltibcarlantas
Momentum Penyucian Sekala-Niskala: Wagub Bali Nyoman Giri Prasta Pimpin Upacara Pujawali Purnama Kawulu dan Pengukuhan Pengurus MGPSSR Karangasem
Gubernur Koster Genjot Pelestarian Aksara Bali: Semua Produk Lokal Wajib Tampil Dengan Aksara Tradisional
Cuaca di Bali Hari Ini: Hujan Ringan Melanda Beberapa Wilayah, Suhu Cenderung Sejuk
Aceh Tengah Darurat Lubang Raksasa: Inilah Analisis dan Peringatan Badan Geologi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru