Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa status Green Card UNESCO yang kembali dipertahankan oleh Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGG) tidak boleh berhenti sebagai prestasi administratif semata.
Status tersebut, kata dia, harus berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar Danau Toba.
Pernyataan itu disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi jajaran pengelola TCUGG di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman No. 41, Medan, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga:
"Kunci utamanya adalah bagaimana menjadikan label Green Card yang hari ini sudah kita capai dengan kerja keras bersama ini benar-benar bisa menghasilkan satu nilai tambah yang baik. Pertama, untuk pariwisata kita tentunya di mana kunjungan meningkat. Kedua, masyarakat harus merasakan manfaat ekonominya secara langsung," ujar Gubernur.
Bobby Nasution juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya mempertahankan status revalidasi UNESCO tersebut.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas nasional.
"Rumah kita ini menjadi salah satu jawaban masa depan pariwisata yang menjaga keseimbangan alam," tambahnya.
Sementara itu, General Manager TCUGG, Azizul Kholis, melaporkan bahwa hasil revalidasi UNESCO telah resmi disetujui dan sertifikat kelulusan sudah diterbitkan.
Meski sempat terkendala situasi geopolitik global yang menghambat keberangkatan ke Prancis, dokumen tersebut kini telah dinyatakan sah.
Azizul juga memaparkan sejumlah program pengembangan lanjutan, termasuk Geopark Festival serta rencana penerapan rute wisata baru atau Geo-Trail yang akan mulai berjalan per 1 Juli 2026.
Berbeda dari pola sebelumnya yang terpusat di kawasan Parapat, jalur wisata baru ini akan menghubungkan berbagai klaster kawasan utara dan selatan Danau Toba, termasuk Haranggaol, Porsea, hingga Simalungun.
Selain itu, TCUGG juga melaporkan kerja sama internasional yang tengah dikembangkan, termasuk program penanaman hampir 2.000 pohon sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat dan konservasi lingkungan di kawasan kaldera.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.