Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
DELI SERDANG -Insiden tidak mengenakkan terjadi setelah pertandingan antara PSMS Medan melawan FC Bekasi City di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang. Pertandingan yang merupakan lanjutan Grup 1 di putaran pertama Pegadaian Liga 2 musim 2024-2025 ini diwarnai oleh ketegangan yang melibatkan pemain, official, dan wasit, Bangkit Sanjaya.
Usai laga, Bangkit Sanjaya terlihat dikejar-kejar oleh pemain dan official PSMS Medan yang merasa tidak puas dengan kepemimpinannya. Situasi semakin memanas ketika beberapa supporter PSMS juga mulai melakukan pelemparan plastik berisi air ke arah lapangan. Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, pihak keamanan segera turun tangan untuk mengamankan keadaan. Wasit pun berlari cepat memasuki ruang ganti demi menghindari kerusuhan lebih lanjut.
Menurut laporan, kericuhan ini dipicu oleh beberapa keputusan kontroversial yang diambil oleh wasit, terutama pada insiden di menit akhir injury time babak kedua. Ketika itu, kiper FC Bekasi City, Cahya, terkapar di lapangan setelah mengalami benturan dengan pemain bertahannya sendiri. Insiden tersebut membuat Cahya harus mendapatkan perawatan medis di lapangan.
Menarik perhatian lebih banyak pihak, ambulan yang disiagakan untuk mengevakuasi Cahya masuk ke dalam lapangan. Namun, meski telah berada di lapangan, ambulans tersebut tidak segera membawa Cahya keluar. Sebaliknya, mobil tersebut terpaksa terparkir di tengah lapangan dan menunggu tim medis melakukan penanganan. Proses tersebut berlangsung cukup lama, sekitar 10 menit, hingga akhirnya ambulans kembali keluar tanpa membawa Cahya.
Kondisi ini memicu kemarahan tim PSMS Medan, yang merasa insiden tersebut telah mengulur waktu secara tidak adil. Setelah penanganan medis selesai, wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan. Namun, laga hanya berlangsung selama satu menit sebelum berakhir tanpa gol, menciptakan ketidakpuasan yang mendalam di kalangan pemain dan pendukung PSMS.
Pelatih PSMS Medan, Nil Maizar, memberikan komentar tajam terkait kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, wasit kurang tegas dalam mengambil keputusan, dan ada beberapa momen krusial yang merugikan timnya. “Kan ambulans sudah masuk, tapi tidak jadi (dievakuasi). Kenapa keputusan ambulans boleh masuk dan kenapa ambulans ketika keluar tidak dikasih kartu kuning (pemain)?” ungkap Nil dengan nada kecewa.
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan pertandingan yang baik dan transparansi dalam pengambilan keputusan, untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. PSMS Medan diharapkan dapat meraih hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya, sementara semua pihak harus belajar dari insiden ini untuk menjaga sportivitas dan keamanan dalam sepakbola Indonesia.
(N/014)
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL