Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DELI SERDANG - Danau yang mulai terbentuk di kawasan Bendungan Lau Simeme, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Namun, naiknya permukaan air juga menyebabkan kawasan Dusun Kuala Sabah di Desa Kuala Dekah mulai terendam.
Danau tersebut terbentuk setelah aliran sungai dibendung dalam proses pengoperasian Bendungan Lau Simeme. Sejak pembendungan dimulai pada 10 September 2026, permukaan air terus meningkat hingga menggenangi kawasan yang sebelumnya merupakan permukiman warga.
Kawasan tersebut dulunya berupa hutan yang juga menjadi lokasi perumahan penduduk dan kantor kepala desa. Proses ganti rugi lahan kepada masyarakat dilaporkan telah diselesaikan pada akhir 2025.
Baca Juga:
Seiring terbentuknya danau, lokasi itu mulai menarik perhatian masyarakat dan ramai dikunjungi untuk menikmati pemandangan. Sejumlah pedagang juga mulai berdatangan untuk mencari peluang usaha di sekitar kawasan tersebut.
Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Kuzu Serasi Wilson Tarigan mengatakan Desa Kuala Dekah merupakan kampung halamannya. Ia menilai kawasan Bendungan Lau Simeme memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru.
"Kan memang tujuan dibuat untuk wisata, untuk irigasi dan untuk air bersih Kota Medan juga. Kalau untuk ganti rugi 2025 akhir semua sudah siap," ujar Kuzu.
Menurutnya, pengembangan wisata di kawasan tersebut perlu melibatkan masyarakat sekitar agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh warga setempat.
Ia berharap pemerintah memprioritaskan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kuala Dekah sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan penghasilan dari aktivitas parkir, tetapi juga dapat mengembangkan usaha lain.
"UMKM-nya dikasih sama masyarakat setempat, jangan masyarakat luar yang ambil. Harus diutamakan dulu masyarakat Kuala Dekah," katanya.
Kuzu menambahkan, lokasi tersebut memiliki potensi karena jaraknya relatif dekat dari pusat Kota Medan. Ia pun mendorong agar pengembangan kawasan dilakukan secara terencana sehingga dapat menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi perekonomian warga.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Deli Serdang, Raden Mewah Ristanto, mengatakan pihaknya sejauh ini belum memiliki agenda khusus untuk pengembangan wisata di kawasan Bendungan Lau Simeme.
Menurut Mewah, pemerintah daerah berencana mengusulkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Rencana Induk Pariwisata kepada DPRD pada tahun depan. Regulasi tersebut diharapkan menjadi acuan dalam merencanakan dan mengembangkan destinasi wisata di Deli Serdang.
Ia menjelaskan, kawasan Bendungan Lau Simeme berada dalam pengelolaan pihak yang berwenang atas bendungan tersebut. Karena itu, pengembangan pariwisata di lokasi itu perlu dikoordinasikan terlebih dahulu.
"Kalau nggak ada perdanya, belum ada rencana. Macam di bendungan itu belum terencana mau diapakan. Itukan wilayah bendungan, mereka yang mengelola. Kalau ada perdananya, kalau memang dikolaborasikan ya dikolaborasikan untuk pengembangan PAD-nya. Nggak bisa kita masuk tiba-tiba," kata Mewah.
Mewah juga menyarankan masyarakat di sekitar bendungan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kelompok tersebut nantinya dapat dibina agar pengelolaan kegiatan wisata lebih terarah dan mampu menerapkan prinsip sapta pesona.
Dengan mulai terbentuknya danau dan meningkatnya kunjungan masyarakat, kawasan Lau Simeme berpotensi menjadi tujuan wisata baru di Deli Serdang. Namun, pengembangannya masih memerlukan perencanaan, koordinasi dengan pengelola bendungan, serta pelibatan masyarakat setempat.* (tm/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.