Namanya Dikaitkan dalam Dugaan Korupsi BGN, Dek Gam: Untuk Apa Saya Urus Dapur MBG?
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, menepis rumor yang menyebutkan hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami ketegangan. Dalam sebuah acara di Jakarta hari ini, Megawati dengan tegas menegaskan bahwa hubungannya dengan Jokowi baik-baik saja meskipun ada pihak yang mencoba meragukan hal tersebut.
Dalam pidatonya saat menyampaikan penyerahan duplikat bendera pusaka, Megawati menanggapi secara langsung pernyataan yang menyebutkan adanya perasaan tidak baik antara dirinya dan presiden saat ini. “Tadi sebelum ke sini, enggak tahu siapa, ngomong, mengatakan saya tidak ini (baik) sama presiden,” ungkap Megawati dengan nada tegang.
Megawati juga menyiratkan bahwa isu ketegangan ini mungkin terkait dengan posisinya yang menolak perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. “Hanya karena saya dikatakan saya enggak mau dikatakan 3 periode, katanya saya enggak mau perpanjangan saya tahu hukum,” tegasnya.
Menurut Megawati, penolakannya atas wacana perpanjangan masa jabatan presiden sudah didasari oleh kajian hukum yang ia lakukan. “Saya tanya ahli tata negara, TAP-nya masih berlaku? Yes,” ujar Megawati, merujuk pada keputusan MPR yang mengatur batas masa jabatan presiden.
Lebih lanjut, Megawati menegaskan bahwa konstitusi Indonesia secara tegas melarang perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. “Saya enggak mau republik ini rusak oleh orang Indonesia yang sudah enggak merasa harus gotong-royong,” katanya dengan penuh keputusan.
Kehadiran Megawati dalam acara tersebut tidak hanya sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP, tetapi juga sebagai tokoh politik yang konsisten dalam menjaga prinsip demokrasi dan konstitusionalisme. Dalam pandangannya, integritas konstitusi harus dijaga agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan yang dapat membahayakan stabilitas negara.
Megawati mengakhiri pidatonya dengan sebuah pertanyaan retoris kepada hadirin, “Bagaimana, kalian mau jadi elite aja?” Pertanyaan ini mencerminkan keprihatinan atas elit politik yang mungkin kehilangan rasa tanggung jawab terhadap keutuhan bangsa dan kesatuan.
Dengan penegasan yang kuat dan sikap yang tegas, Megawati Soekarnoputri memastikan bahwa komitmennya terhadap demokrasi dan keadilan tetap utuh, sesuai dengan visi Indonesia yang bermartabat dan berkeadilan.
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kunjung
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam rangka mempelajari penerapan inovasi teknologi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melanjutkan sekaligus memperluas Program Tebus Ijazah pada tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah s
PENDIDIKAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melalui Kecamatan Medan Amplas bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak gan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima piagam penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, atas dukunga
PEMERINTAHAN
BATAM Kasus dugaan ekspor ilegal mineral bernilai tinggi yang menyeret PT PMM terus menjadi perhatian publik. Polemik tidak lagi hanya b
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Penguatan Akses Bantuan Hukum sekaligus menerima Piagam Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mencapai kesepakatan untuk merevisi Plan of Developm
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan bersama Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan melaksanakan rangkaian kunjungan kerja da
PEMERINTAHAN