Namanya Dikaitkan dalam Dugaan Korupsi BGN, Dek Gam: Untuk Apa Saya Urus Dapur MBG?
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Dalam sebuah momen yang tidak biasa, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, membagikan cerita menarik saat berbicara di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo di Jakarta Concert Hall, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Megawati mengungkapkan pengalaman uniknya saat berkunjung ke gedung kejaksaan, yang mengundang tanya dan keheranan publik.
Dalam ceritanya, Megawati menceritakan bahwa dirinya pernah ditanya oleh seorang petugas kejaksaan mengenai “naga merah” dan “naga hijau”. “Tapi saya lucu waktu di kejaksaan, ini, tapi terakhir ini ada satu yang mau ditanyakan, ‘ya silakan’. ‘Ibu pernah lihat naga merah, naga hijau?'” kata Megawati, seraya mengungkapkan kebingungannya.
Kebingungan di Tengah Interogasi
Megawati menambahkan, “Loh kan saya jadi apa urusannya ya kan saya mestinya ditanya urusan politik, kok ini binatang udah gitu naga lagi, betul loh ini bukan saya omong kosong,” ungkapnya dengan nada canda. Megawati mengaku merasa jengkel dengan pertanyaan yang dianggapnya tidak relevan dengan konteks kunjungannya. Ia bahkan sempat mengubah posisi duduknya dalam ketidaknyamanan tersebut, menandakan ketidakpuasan dan kebingungannya.
“Ada satu titik di mana saya mulai jengkel, dan saya bilang, ‘yang terhormat bapak yang menginterogasi saya, bapak sendiri sudah pernah lihat naga atau belum?'” tambahnya, menunjukkan bagaimana pertanyaan itu mengganggu proses diskusinya.
Pernyataan Megawati Menimbulkan Spekulasi
Cerita Megawati ini tentu saja memicu berbagai spekulasi di kalangan publik. Mengapa seorang politisi senior seperti Megawati ditanya tentang “naga merah” dan “naga hijau” dalam konteks kunjungan resmi ke kejaksaan? Apakah ada makna simbolis di balik pertanyaan tersebut atau hanya sekadar kesalahpahaman?
Beberapa kalangan menilai bahwa pertanyaan tentang “naga” ini bisa jadi merupakan metafora atau simbolik yang menggambarkan situasi politik atau masalah internal di lembaga tersebut. Namun, Megawati sendiri tampaknya tidak memperdalam atau menjelaskan lebih lanjut tentang arti dari “naga merah” dan “naga hijau” tersebut.
Pesan Megawati: Kewaspadaan dan Keberanian
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menegaskan sikapnya terhadap proses hukum dan lembaga negara. “Saya sudah panas karena saya pikir saya dateng sukarela loh, makanya jangan takut lah orang polisi yang jadikan juga republik ini,” katanya, menutup ceritanya dengan nada tegas. Pesan ini mengindikasikan keberanian dan kewaspadaan Megawati terhadap berbagai isu yang mungkin dihadapinya.
Kaitan dan Konteks
Secara umum, pertanyaan tentang “naga merah” dan “naga hijau” ini mungkin memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak kejaksaan untuk menghindari spekulasi yang berkembang. Sejauh ini, tidak ada informasi tambahan yang dapat menjelaskan makna di balik istilah tersebut. Publik dan media tampaknya masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut dan apakah ada implikasi yang lebih dalam terkait pertanyaan itu.
(N/014)
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kunjung
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam rangka mempelajari penerapan inovasi teknologi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melanjutkan sekaligus memperluas Program Tebus Ijazah pada tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah s
PENDIDIKAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melalui Kecamatan Medan Amplas bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak gan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima piagam penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, atas dukunga
PEMERINTAHAN
BATAM Kasus dugaan ekspor ilegal mineral bernilai tinggi yang menyeret PT PMM terus menjadi perhatian publik. Polemik tidak lagi hanya b
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Penguatan Akses Bantuan Hukum sekaligus menerima Piagam Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mencapai kesepakatan untuk merevisi Plan of Developm
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan bersama Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan melaksanakan rangkaian kunjungan kerja da
PEMERINTAHAN