Prabowo Hadiri Munas NU di Bangkalan Usai Resmikan Jalan Daerah di Jawa Timur
BANGKALAN Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul
NASIONAL
JAKARTA -Panggung demokrasi Indonesia kembali menampilkan momen bersejarah saat Prabowo Subianto ditetapkan sebagai Presiden terpilih periode 2024-2029 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Detik-detik penting ini tidak hanya menjadi momentum politik, tetapi juga menyiratkan pesan penting tentang persatuan dan semangat kebangsaan.
Pantauan dari acara penetapan KPU RI menunjukkan momen salam persahabatan antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, pasangan calon nomor urut 1 pada Pilpres 2024. Setelah berpidato, Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden terpilih, bersalaman dengan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Namun, apa yang terjadi selama salam itu menjadi sorotan.
Prabowo, dengan sikap yang berbeda, tampak menggenggam erat badan Anies dan bahkan mencengkeramnya sambil menggoyang-goyangkan. Reaksi Anies pun terlihat, sementara Gibran hanya tersenyum mengamati momen tersebut. Mereka terlihat berbincang sebentar sebelum bersalaman secara formal.
Dalam pidatonya, Prabowo tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih kepada partai pengusung dan seluruh rakyat Indonesia, tetapi juga menyentuh mengenai kontestasi politik yang telah berakhir. Dia mengakui pengalaman menjadi kontestan yang kalah dan mengajak semua pihak untuk kembali bersatu demi kebaikan bangsa.
“Kontestasi telah selesai, pertandingan telah selesai, kita semua lelah dan mungkin ada di antara kita yang tidak puas dan kecewa, Mas Anies dan Muhaimin, saya pernah berada di posisi anda. Saya tahu senyuman anda berat sekali itu tapi ini yang dituntut oleh rakyat kita,” ujar Prabowo, meneguhkan semangat kebersamaan.
Lebih lanjut, Prabowo menggarisbawahi pentingnya debat dan persaingan yang tajam sebagai bagian dari refleksi demokrasi. Dia mengajak semua pihak untuk merangkul semangat persatuan, baik di dalam pemerintahan maupun di luar, dengan fokus utama pada kepentingan rakyat.
“Apakah bersatu itu di dalam pemerintahan atau berada di luar pemerintahan, sama-sama kita berjuang untuk rakyat kita, sama-sama kita berjuang dengan secepat-cepatnya kita membawa kebaikan, peningkatan untuk rakyat kita,” pungkasnya, mengingatkan bahwa persatuan adalah kunci menuju masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.
(N/014)
BANGKALAN Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memburu seorang buronan kasus narkotika jaringan Sumatera Uta
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilay
NASIONAL
JAKARTA Istana Kepresidenan akan menelusuri dugaan adanya pemberian uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai melakukan ak
NASIONAL
JAKARTA Kasus dugaan fitnah ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke7 RI Joko Widodo akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Ja
POLITIK
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo menanggapi keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang tidak menahan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma
POLITIK
JAKARTA Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang sebesar Rp 20 juta usai aksi demonst
NASIONAL
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Muhammad Nasir resmi ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Bank Aceh Syariah untuk periode 202
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di Indonesi
NASIONAL
JAKARTA Rekaman wawancara Ketua BEM FH Universitas Bung Karno Muhammad Abdi Maludin kembali viral di media sosial. Dalam rekaman tersebu
NASIONAL