Minggu Pertama Puasa, 245 KK Korban Bencana Tapsel Bisa Tinggal di Huntara Nyaman
TAPSEL Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabup
NASIONAL
JAKARTA – Dalam suasana sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), doa yang tulus dari pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea untuk Yusril Ihza Mahendra menjadi sorotan hangat. Hotman Paris Hutapea, dengan segala gaya dan sorot matanya yang khas, tidak hanya membahas perkara hukum yang sedang berjalan tetapi juga menyebutkan doanya agar Yusril menjadi Jaksa Agung.
Kejadian ini menjadi perbincangan banyak orang karena kedekatan antara Yusril Ihza Mahendra dengan dunia politik sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Walaupun doa dari Hotman Paris Hutapea disambut dengan senyuman dari Yusril, namun realitas hukum pun harus dihadapi.
Menyikapi doa tersebut, Yusril menunjukkan kedewasaan dan pemahamannya akan aturan yang berlaku. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang sebagai pakar hukum tata negara, Yusril secara tegas menyatakan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi telah menetapkan syarat yang harus dipenuhi oleh calon Jaksa Agung, termasuk tidak sedang menjabat sebagai pengurus partai politik 7 April 2024.
Sementara Yusril mengakui bahwa secara keilmuan dirinya mungkin memenuhi kualifikasi untuk menjadi Jaksa Agung, namun keterlibatannya dalam kepengurusan partai politik saat ini menjadi hambatan yang nyata. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada harapan dan doa, realitas hukum harus tetap dijunjung tinggi.
Konteks politik yang terjadi di sekitar Yusril juga menjadi bagian penting dari cerita ini. Sebagai bagian dari tim hukum Prabowo-Gibran, Yusril merupakan salah satu tokoh yang dipantau perjalanan karirnya oleh publik. Apakah dia akan mendapatkan jabatan yang diharapkan atau tidak, sepenuhnya tergantung pada keputusan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Dalam pandangan Yusril, posisi Jaksa Agung atau menteri adalah bagian dari struktur pemerintahan yang berfungsi sebagai pembantu Presiden. Oleh karena itu, siapa yang akan menduduki posisi tersebut dan bagaimana prosesnya, sepenuhnya menjadi wewenang Presiden.
Kejadian ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga profesionalisme dan netralitas dalam ranah hukum dan politik. Meskipun ada doa dan harapan dari berbagai pihak, realitas hukum dan aturan yang berlaku harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah selanjutnya.
Sebuah doa dan harapan yang tulus selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang. Namun, di sisi lain, pemahaman akan realitas hukum dan tata negara juga menjadi landasan kuat dalam menjalani proses kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Dengan harapan yang tulus dan pemahaman yang mendalam akan aturan hukum, Yusril Ihza Mahendra terus melangkah dalam perjalanannya, baik sebagai seorang tokoh politik maupun seorang pakar hukum tata negara yang dihormati.
(K/09)
TAPSEL Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabup
NASIONAL
PADANG Delapan remaja dilaporkan terjebak air bah di Pemandian Lubuk Tongga, Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tanga
PERISTIWA
PADANG Malam ini, jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang melaksanakan salat tarawih pertama di awal Ramadan 1447 Hijriah. Salah sa
AGAMA
JAKARTA Tersangka pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks, Tifauzia Tyassuma, atau akrab disapa Dokter Tifa, mengungkapkan bahwa penel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Dokter Tifa membeberkan hasil penelitiannya terkait ijazah Joko Widodo. Ia mengungkap setid
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (16/2/2026), menyebabkan beberapa titik kembali terendam banjir. Sal
PERISTIWA
TAPANULI TENGAH Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melaporkan banjir melanda seluruh kecamatan di wilayahnya akibat hujan merata
PERISTIWA
PEKALONGAN Amat Muzakhim (56), suami anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) pada S
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri kegiatan punggahan yang digelar di Jalan
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong percepatan penyelesaian revitalisasi Stadion Teladan agar fasilitas olahraga te
OLAHRAGA