Kapolsek Dendang Gandeng Wartawan, Perkuat Sinergi Informasi Publik
DENDANG Kapolsek Dendang menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan pers sebagai upaya memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian
NASIONAL
JAKARTA -Kontroversi terkait pernyataan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, tengah menghangat setelah dirinya menyampaikan pesan tegas terkait kritik terhadap Indonesia. Pernyataan Luhut yang mengajak untuk memberikan kritik yang membangun menjadi sorotan publik, memicu beragam respons dari berbagai kalangan.
Potongan ucapan Luhut yang viral di media sosial mengundang perdebatan, terutama terkait batasan dalam menyuarakan kritik terhadap negara. Dalam video berdurasi 27 detik tersebut, Luhut terlihat menyuarakan ketidaksenangan terhadap kritik yang dianggap tidak konstruktif terhadap Indonesia.
“Saya suka kesal juga kadang-kadang bilang ini kurang, ini kurang. Aku tanya juga, ku lihat, saya lihat dulu waktu dia jadi pejabat apa kerjanya, tak jelas juga,” tegas Luhut dalam potongan video tersebut.
Mendapati respons yang beragam dari masyarakat, Jubir Luhut, Jodi Mahardi, turut memberikan penjelasan atas maksud dari pernyataan kontroversial Menko Marves tersebut. Jodi mengungkapkan bahwa pernyataan Luhut bertujuan untuk menggarisbawahi pentingnya kritik yang bersifat membangun bagi kemajuan bangsa.
“Saat berbicara tentang kritikan, Pak Luhut memang menekankan pentingnya kritik yang konstruktif, yang berarti kritik yang disampaikan bukan hanya sekadar mengeluh atau mencari kelemahan, melainkan juga memberikan masukan dan solusi yang bisa membantu kita semua dalam membangun bangsa ini menjadi lebih baik,” ujar Jodi Mahardi.
Namun, penjelasan tersebut juga dilengkapi dengan penekanan bahwa tidak ada niatan Luhut untuk membatasi hak warga negara dalam menyuarakan pendapat atau kritik. Jodi menegaskan bahwa Luhut justru menghargai kebebasan berekspresi warga dan mengajak untuk bersama-sama mencari solusi yang konstruktif dalam setiap kritik yang disampaikan.
“Ini adalah ajakan untuk kita semua, agar dalam menyampaikan kritik atau pendapat, kita juga memikirkan bagaimana caranya agar kritik tersebut dapat berkontribusi positif terhadap perbaikan dan pembangunan yang sedang kita lakukan bersama,” tegas Jodi.
Sementara itu, perdebatan terkait batasan dan sifat kritik terhadap negara terus berlanjut di tengah-tengah masyarakat. Berbagai kalangan masih berupaya memahami pesan yang ingin disampaikan oleh Luhut Pandjaitan, sambil tetap mengedepankan prinsip kebebasan berekspresi dalam berdemokrasi.
(K/09)
DENDANG Kapolsek Dendang menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan pers sebagai upaya memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian
NASIONAL
JAKARTA Polisi menyelidiki temuan ratusan senjata yang ditemukan di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat batas minimum pengeluaran rumah tangga agar tidak masuk kategori miskin mencap
EKONOMI
BINJAI Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Provinsi Sumatera Utara kembali mengamankan aset milik Pemerintah Provinsi S
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Staf Ahli I Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara, Titiek Sugiharti, mengajak para
PEMERINTAHAN
MEDAN Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Tengah menetapkan pria asal Medan, Dhayalen alias Roberto, sebagai tersangka dalam perkara dug
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, J
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Su
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan informasi yang beredar mengenai pembukaan 13 ribu dapur Program Makan Berg
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan jajaran pimpinan TNI di Istana Ke
NASIONAL