Pernyataan ini disampaikan Togar setelah sejumlah dosen ASN Kemendikti Saintek menggelar aksi demo besar-besaran di depan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, untuk menuntut pencairan tukin yang belum dibayar untuk periode 2020-2024. Togar menyadari bahwa polemik mengenai tukin ini adalah kenyataan yang menyakitkan bagi para dosen, namun ia menilai masih ada ruang untuk perbaikan dalam meningkatkan kesejahteraan dosen di Indonesia.
"Jujur, kenyataan ini menyakitkan, tetapi jika bisa memberikan saran, masih banyak ruang perbaikan yang mesti dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dosen," kata Togar.