"Sebenarnya, jika olahraga panjat tebing ini dimulai dari TK dan SD, dengan pengawasan yang tepat, maka akan sangat aman. Kami optimis, ke depan, olahraga panjat tebing ini akan semakin dikenal dan bisa menambah jumlah medali," jelasnya.
Apalagi, dengan adanya tambahan fasilitas wall climbing yang disediakan oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution, Iskandar berharap pengenalan dan pemasyarakatan olahraga panjat tebing semakin meluas di kalangan masyarakat.
Selain itu, Iskandar juga berencana untuk menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan stakeholder terkait guna memperkenalkan olahraga panjat tebing secara lebih luas. Salah satunya dengan memasukkan olahraga ini sebagai ekstrakurikuler atau mata pelajaran di sekolah-sekolah, serta memperkenalkan olahraga ini kepada para guru olahraga.
"Kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memperkenalkan panjat tebing kepada siswa. Kami ingin mengurangi dominasi olahraga yang sudah biasa, seperti voli atau sepak bola. Kami ingin panjat tebing menjadi pilihan menarik bagi anak-anak," tambahnya.