Buka Puasa Bersama Konsulat Jenderal India, Promosikan Kerja Sama Lintas Sektor dengan Indonesia
MEDAN Konsulat Jenderal India di Medan menggelar buka puasa bersama sekaligus interaksi media pada 17 Maret 2026, yang menjadi momentum
NASIONAL
JAKARTA -Grup band asal Purbalingga, Sukatani, akhirnya memberikan pernyataan resmi setelah kontroversi yang menyusul lagu mereka yang berjudul "Bayar Bayar Bayar" menjadi viral di media sosial. Dalam unggahan Instagram Story pada Sabtu (22/2/2025), Sukatani mengungkapkan bahwa mereka berada dalam kondisi yang lebih aman dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterima dari berbagai pihak selama beberapa hari terakhir.
"Kami ingin mengabarkan bahwa kondisi kami sudah membaik dan berada pada ruang yang lebih aman. Terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan oleh semua pihak," tulis Sukatani.
Band yang sebelumnya menjadi sorotan setelah lagu mereka dianggap sebagai kritik terhadap oknum kepolisian yang melanggar aturan itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung mereka, yang membuat mereka tetap kuat menghadapi situasi sulit ini.
Selain itu, Sukatani juga memberikan informasi bahwa mereka telah mencabut kuasa dari pengacara Tomi Gumilang. "Kami ingin menginformasikan bahwa kami juga sudah mencabut kuasa dari Tomi Gumilang (Sitomgum Law Firm). Love you all," tulis mereka.
Sukatani juga mengklarifikasi bahwa lagu "Bayar Bayar Bayar" awalnya dibuat sebagai bentuk kritik terhadap oknum kepolisian, namun setelah mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan, mereka memutuskan untuk menarik lagu tersebut dari berbagai platform digital dan meminta pihak lain untuk menghapusnya.
Sebelumnya, band ini memohon maaf secara langsung kepada Kapolri dan institusi Polri melalui video permohonan maaf yang diunggah pada Kamis (20/2/2025). "Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami yang berjudul 'Bayar Bayar Bayar'," kata Muhammad Syifa Al Ufti, vokalis band Sukatani, dalam pernyataannya.
Kontroversi ini menciptakan berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa pihak kepolisian mengintervensi Sukatani. Namun, band ini mengklarifikasi bahwa mereka telah mempertimbangkan dampak dari karya mereka dan memilih untuk menariknya sebagai langkah penyelesaian.
(km/a)
MEDAN Konsulat Jenderal India di Medan menggelar buka puasa bersama sekaligus interaksi media pada 17 Maret 2026, yang menjadi momentum
NASIONAL
BEKASI Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa program mudik bersama yang digelar PT Indofood CBP Sukses Makmur,
NASIONAL
JAKARTA Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta memberikan kritik keras terhadap langkah yang diambil oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Empat oknum anggota TNI dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang diduga terlibat dalam insiden penyiraman air keras terhad
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANGSIDIMPUAN Pemerintah Kota Padangsidimpuan menggelar silaturahmi Ramadhan 1447 Hijriah dengan insan pers di Aula MAN 2 Padangsidimp
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, menyapa langsung para pemudik yang akan menuju Kota Sabang, di atas kapal mot
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menanggapi soal kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap dibagikan
NASIONAL
BINJAI Sebuah video yang menunjukkan penemuan mayat pria yang ditinggalkan begitu saja di depan Rumah Sakit OG, Kota Binjai, Sumatera Ut
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Mudik Gratis Presisi 2026 yang digelar ole
PEMERINTAHAN
MEDAN Di penghujung bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Medan menggelar acara buka puasa bersama yang mengusung tema kebersamaan dan kek
PEMERINTAHAN