Prabowo dan JK Bahas Masa Depan Energi Indonesia, Apa Saja yang Dibicarakan?
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), di Istana Merd
EKONOMI
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya pada acara Kongres VI Partai Demokrat yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada Selasa malam (25/2/2025) menyentil soal koalisi partai pengusung pemerintah yang kini dikenal dengan nama Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Prabowo dengan ringan mengatakan bahwa saat ini, koalisi yang mendukung pemerintah adalah Koalisi Indonesia Maju Plus. "Tidak mungkin kedepan akan ada koalisi Indonesia Maju plus plus," katanya sembari bercanda.
Koalisi Indonesia Maju (KIM) adalah aliansi yang dibentuk untuk mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024. KIM terdiri dari partai-partai besar seperti Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat, PSI, Gelora, dan PBB.
Namun, dengan bergabungnya partai-partai seperti NasDem, PKB, PKS, PPP, Perindo, dan lainnya, kini koalisi ini disebut sebagai KIM Plus. Prabowo menyoroti bahwa kerjasama antar partai bisa bersifat formal dan informal, namun yang terpenting adalah tujuan yang sama untuk membangun Indonesia lebih baik.
"Koalisi batin. Karena di hati kita semua ya satu, cinta tanah air," ujar Prabowo, menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan di antara seluruh partai dalam koalisi.
Lebih lanjut, Prabowo juga mengingatkan pentingnya peran pengawasan terhadap pemerintahan. "Tidak ada masalah jika ada partai yang berada di luar pemerintahan. Kita butuh pengawasan, kita butuh koreksi," tambahnya.
Namun, meski demikian, Prabowo mengajak semua pihak untuk mengedepankan kerukunan. "Kalau hati kita sama, untuk apa kita ribut? Untuk apa kita gontok-gontokan saudara-saudara sekalian?" tegasnya, menegaskan bahwa tujuan bersama semua pihak adalah membangun Indonesia yang lebih baik.
(tb/p)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), di Istana Merd
EKONOMI
JAKARTA Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, membantah terlibat dalam kasus dugaan suap impor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kunjung
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam rangka mempelajari penerapan inovasi teknologi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melanjutkan sekaligus memperluas Program Tebus Ijazah pada tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah s
PENDIDIKAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melalui Kecamatan Medan Amplas bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak gan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima piagam penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, atas dukunga
PEMERINTAHAN
BATAM Kasus dugaan ekspor ilegal mineral bernilai tinggi yang menyeret PT PMM terus menjadi perhatian publik. Polemik tidak lagi hanya b
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Penguatan Akses Bantuan Hukum sekaligus menerima Piagam Pe
PEMERINTAHAN