JAKARTA -Komisi IIIDPR RI menggelar rapat kerja dengan warga pemilik rumah susun (rusun) di kawasan Jakarta Utara pada Kamis, 27 Februari 2025.
Dalam rapat tersebut, warga mengadu mengenai dugaan mafia tanah yang mereka alami.
Ketua Komisi IIIDPR RI, Habiburokhman, memimpin langsung rapat tersebut dan mendengarkan keluhan serta aduan dari warga yang merasa dirugikan oleh praktik mafia tanah di sekitar kawasan mereka.
Dalam rapat tersebut, momen emosional terjadi ketika seorang ibu bernama Kelly mengungkapkan rasa keputusasaannya dengan histeris dan berlutut di hadapan Habiburokhman.
"Saya mohon, Pak, saya mohon," kata Kelly dengan suara terbata-bata sambil menunduk, terlihat sangat tertekan.
Reaksi tersebut menyentuh hati banyak pihak yang hadir dalam rapat tersebut.
Habiburokhman, yang terkejut dengan sikap Kelly, segera meminta ibu tersebut untuk berdiri dan berbicara lebih tenang.
"Bu, Ibu jangan menunduk, Bu, sama kita (sama-sama manusia), sudah-sudah... berdiri," ujar Habiburokhman, berusaha menenangkan Kelly yang masih merasa tertekan.
Meski demikian, Kelly tetap histeris dan terus memohon agar kasusnya segera mendapat perhatian.
Habiburokhman menegaskan, Komisi IIIDPR RI akan memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan segera memanggil pihak pengembang untuk mengusut tuntas dugaan mafia tanah yang merugikan warga tersebut.
"Iya, iya, Bu, kita bantu insyallah, kita bantu," kata Habiburokhman, sembari berjanji bahwa Komisi III akan memberikan keadilan bagi korban mafia tanah ini.
Habiburokhman juga menilai bahwa praktik mafia tanah yang terjadi di kawasan rumah susun tersebut sangat keterlaluan dan merugikan banyak pihak.
"Ini memang bener-bener keterlaluan, ketidakadilan ini, kasihan sekali, ya," ujarnya, menyatakan komitmennya untuk segera memanggil pengembang yang terlibat dalam dugaan mafia tanah.
Komisi IIIDPR RI berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan pihak-pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan tindakan mereka.
Rapat ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengatasi masalah mafia tanah yang selama ini meresahkan banyak warga di Indonesia.