BREAKING NEWS
Sabtu, 13 Juni 2026

Masyarakat Desa Situmbaga Membantah Tudingan DPP Permada PH dalam Aksi Unjuk Rasa

- Jumat, 09 Mei 2025 12:49 WIB
Masyarakat Desa Situmbaga Membantah Tudingan DPP Permada PH dalam Aksi Unjuk Rasa
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan DPP Perkumpulan Mahasiswa Pemuda Peduli Hukum (DPP Permada PH) di Desa Situmbaga, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada Kamis (8/5/2025), menuai kecaman luas dari masyarakat setempat.

Dalam aksinya, massa pengunjuk rasa mengkritik kinerja Kepala Desa Situmbaga dan menuding sang kades terlibat dalam perilaku tidak pantas.

Namun, tudingan tersebut dibantah keras oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPMD, tokoh adat, tokoh agama, karang taruna, tokoh perempuan, serta unsur masyarakat Desa Situmbaga lainnya.

Ketua BPD Desa Situmbaga, Ahmad Syukur Hutagalung (44), menyatakan bahwa masyarakat justru merasa terganggu dengan kehadiran pengunjuk rasa yang sempat berupaya membakar ban saat aksi berlangsung.

"Kami merasa resah. Aksi itu membuat masyarakat khawatir dan tidak mencerminkan aspirasi warga Situmbaga. Kinerja Kades dan perangkatnya selama ini sangat baik, mulai dari ketahanan pangan hingga realisasi BLT berjalan sesuai aturan," tegasnya.

Menanggapi video pendek berdurasi sekitar 4 detik yang dijadikan dasar tudingan oleh DPP Permada PH, Kepala Desa Situmbaga, Bahri Nasution, memberikan klarifikasi tegas.

Ia membenarkan bahwa dirinya memang berada di salah satu kafe di kawasan Tor Simarsayang, namun menjelaskan bahwa saat itu ia bersama istrinya bertemu famili terkait urusan keluarga.

"Video yang beredar tidak lengkap. Saya tidak melakukan tindakan asusila seperti yang dituduhkan. Sayangnya, tidak ada konfirmasi langsung dari mereka saat merekam. Seolah-olah mereka berniat menjebak saya," ungkap Bahri.

Tokoh agama Rifai Hasibuan (42) dan Ketua LPMD Desa Situmbaga, Mara Halim Harahap (48), turut menyampaikan keberatan.

Mereka menilai aksi tersebut tidak berdasar dan justru berpotensi memicu ketegangan sosial.

"Kalau mereka datang lagi, dikhawatirkan akan memancing konflik dengan masyarakat. Masyarakat sudah nyaman dengan kinerja pemerintah desa," ujar Mara Halim.

Tokoh adat Muhammad Yusuf Hasibuan (67) dan Kepala Dusun I Situmbaga Jae, Albani (50), juga menyuarakan hal senada.

Mereka menyebut kehadiran pengunjuk rasa tidak mencerminkan kepedulian, melainkan hanya membuat keresahan.

Tokoh perempuan Rosliana Nasution, didampingi sejumlah emak-emak Desa Situmbaga, menyatakan bahwa semua kebijakan pemerintah desa selama ini selalu dimusyawarahkan bersama masyarakat.

"Kami merasa keberatan. Semua pembangunan dan bantuan disepakati melalui musyawarah, tidak pernah ada yang ditutup-tutupi," ujar Rosliana.

Masyarakat Desa Situmbaga secara tegas menyampaikan bahwa mereka tidak menginginkan kehadiran pihak luar yang menimbulkan konflik dan memperkeruh suasana desa yang selama ini kondusif.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru