Malam Minggu Bareng Warga Medan Tembung, Rico Waas Dengar Keluhan hingga Janjikan 30 Truk Sampah
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Melalui kegi
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan puas terhadap kinerja Presiden RI Prabowo Subianto, berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Indonesia Political Opinion (IPO), Minggu (1/6/2025).
Survei yang dilakukan terhadap 1.200 responden ini mencatat bahwa 81 persen publik merasa puas, dengan rincian 13 persen sangat puas, 46 persen puas, dan 22 persen cukup puas.
Sementara itu, 15 persen responden menyatakan tidak puas, dan 4 persen sangat tidak puas.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjelaskan bahwa tingginya tingkat kepuasan ini menunjukkan adanya ekspektasi kuat masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo di tengah tantangan nasional yang masih kompleks.
"Angka kepuasan yang tinggi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki harapan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo, meskipun tantangan besar di bidang ekonomi dan lapangan pekerjaan masih harus dihadapi," ujar Dedi.
Beberapa alasan utama di balik tingkat kepuasan tersebut antara lain: ketegasan dan wibawa Presiden (19,5 persen), dukungan terhadap pemberantasan korupsi (16,7 persen), serta pengalaman dalam pemerintahan (11,5 persen).
Selain itu, 9,4 persen responden menyebutkan program-program yang berpihak kepada rakyat, 6,2 persen memuji program bantuan sosial, dan 5,9 persen menilai program makan bergizi gratis sebagai langkah positif.
Faktor lain seperti empati terhadap rakyat kecil, kecepatan kerja, dan jaminan keamanan juga turut menjadi sorotan.
Survei ini juga mengungkapkan isu-isu yang dianggap paling mendesak untuk segera ditangani pemerintah. S
ebanyak 31,8 persen responden menuntut stabilisasi harga kebutuhan pokok (sembako), sementara 12,5 persen mendesak penciptaan lapangan kerja.
Isu lainnya meliputi keamanan (9,6 persen), kesejahteraan rakyat (7,9 persen), pemberantasan korupsi (7,4 persen), jaminan kesehatan (7,1 persen), pembangunan infrastruktur (4,5 persen), dan biaya pendidikan yang terjangkau (3,5 persen).
Survei IPO dilakukan pada periode 22–28 Mei 2025 melalui wawancara tatap muka.
Teknik pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling (MRS) untuk menjamin representativitas, dengan margin of error sebesar ±2,90 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dedi menekankan bahwa hasil survei ini dapat menjadi referensi strategis bagi pemerintah untuk memprioritaskan kebijakan pro-rakyat.
"Pemerintah harus fokus pada kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan rakyat agar stabilitas ekonomi dan sosial tetap terjaga," pungkasnya.*
(at/a008)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Melalui kegi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gedung Kesenian Jakarta menjadi ruang perjumpaan beragam ekspresi seni tradisi dalam Festival Bedhayan ke6 Tahun 2026 yang dige
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Polda Metro Jaya akan memanggil mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisia
HUKUM DAN KRIMINAL
SERDANG BEDAGAI Seorang perempuan lanjut usia bernama Rasiyah, 69 tahun, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan cucu kandungnya send
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sepasang suami istri, Budi Ikhsan, 66 tahun, dan Nurhayati Damanik, 58 tahun, ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan atas temuan ratusan senjata,
NASIONAL
JAKARTA Jengkol dikenal sebagai salah satu bahan makanan dengan cita rasa khas yang digemari banyak orang. Namun, aroma yang menyengat dan
KESEHATAN
JAKARTA Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pertama kalinya dilaporkan berhasil merancang virus biologis baru yang
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas Antam pada Minggu, 9 Agustus 2026, terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Harga ema
EKONOMI
JAKARTA Pengamat koperasi Dewi Tenty Septi Artiany menilai program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih belum sepenuhnya menerapkan prinsi
EKONOMI