Terpukau Danau Toba, Pelari 34 Negara Bilang “Ini Surga” di Trail of The Kings UTMB 2026
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA -Pemerintah Indonesia memberikan hibah kemanusiaan berupa 10.000 ton beras kepada rakyat Palestina. Bantuan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung perjuangan kemanusiaan dan ketahanan pangan Palestina.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, dalam konferensi pers usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pertanian Palestina, Rezq Basheer-Salimia, di Jakarta, Senin (7/7/2025).
"Atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, beliau memberikan perintah kepada kami untuk memberi bantuan pada saudara kita di Palestina sebanyak 10 ribu ton beras," ujar Amran.
Pengiriman bantuan tersebut akan disesuaikan dengan kesiapan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia. Mentan memastikan, kapan pun diminta, beras akan langsung disalurkan.
"Kapan saja bisa dikirim, kami serahkan berasnya," tegasnya.
Kolaborasi Pertanian Indonesia-Palestina
Tak hanya bantuan pangan, Indonesia dan Palestina sepakat menjalin kerja sama strategis dalam sektor pertanian. Kerja sama ini mencakup program penanaman padi, pengembangan hortikultura (seperti tomat, timun, dan bawang putih), hingga pertukaran teknologi irigasi dan manajemen air.
Kementerian Pertanian RI bahkan telah menyiapkan lahan seluas 10.000 hingga 20.000 hektare di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan untuk dikelola bersama dengan pemerintah Palestina. Tujuannya adalah menjamin suplai pangan jangka panjang bagi rakyat Palestina, khususnya di Gaza.
"Ini adalah bentuk solidaritas nyata terhadap Palestina. Kita bantu pangannya, kita juga doakan agar Palestina segera merdeka," ujar Amran.
Respons Palestina: Terima Kasih Indonesia
Menteri Pertanian Palestina, Rezq Basheer-Salimia, mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungan konsisten terhadap Palestina.
"Kerja sama ini sangat berarti bagi kami. Sektor pertanian kami sedang dalam tekanan besar akibat penghancuran oleh Israel, baik di Gaza, Tepi Barat, maupun Yerusalem," ungkap Rezq.
Ia menambahkan bahwa kemitraan Indonesia-Palestina akan difokuskan pada pelatihan, pertukaran teknologi, promosi investasi, pembentukan Komite Teknis Pertanian, serta pembukaan akses pasar produk pertanian Palestina.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian sektor pertanian Palestina di tengah tekanan geopolitik yang berat*
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah menyatakan belum membahas usulan menjadikan gula pasir sebagai salah satu komponen dalam program bantuan pangan nasio
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menerima putusan pengadilan terhadap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanue
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
MEDAN Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, jauh sebelum Ru
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan me
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) ter
EKONOMI
SEMARANG Perjalanan hidup seseorang terkadang tidak hanya ditentukan oleh satu profesi atau satu bidang yang ditekuni. Hal itu tergambar
SOSOK
JAKARTA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dewan Perwak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal S.E., M.AP., menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) II Himpunan Keluarga Besar Masyarakat Kabup
PEMERINTAHAN