Kemarau Panjang Hantam Tanjab Timur, Warga Perdalam Sumur demi Bertahan Dapatkan Air Bersih
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
SIMALUNGUN - Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Sugiarto, menyatakan dukungan penuh terhadap wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh sejumlah anggota dewan, yang bertujuan mengusut dugaan kejanggalan dalam proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayahnya.
Sugiarto menuturkan bahwa inisiatif ini muncul setelah adanya keluhan masyarakat, khususnya dari para tenaga honorer yang merasa dirugikan dalam proses seleksi.
"Ada honorer yang sudah lama mengabdi justru tersingkir oleh yang disebut 'honor siluman'. Di sistem, mereka tercatat punya masa kerja dan slip gaji. Tapi penempatan serta riwayat kerjanya diduga direkayasa untuk kepentingan seleksi," tegasnya, Kamis (31/7/2025).
Sistem Dinilai Cacat, Keadilan Honorer Dipertaruhkan
Sugiarto menyoroti sistem seleksi berbasis aplikasi yang dinilai lebih mementingkan dokumen administratif seperti slip gaji dan masa kerja, namun tidak melakukan verifikasi lapangan atas kebenaran pengalaman kerja yang diklaim.
"Bisa saja mereka memang pernah honor, tapi sempat berhenti. Lalu saat seleksi dibuka, mereka urus ulang berkas. Ini tentu merugikan honorer aktif yang bertahun-tahun setia mengabdi," lanjutnya.
Pansus Bukan Untuk Gagalkan Hasil, Tapi Ciptakan Transparansi
Meski mendukung pembentukan Pansus, Sugiarto menegaskan bahwa tujuan utama adalah mendorong transparansi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses rekrutmen, bukan untuk menggagalkan hasil seleksi yang sudah diumumkan.
"Tanpa Pansus, kami di dewan sulit mengakses data seleksi. Kita perlu tahu apakah prosesnya sudah transparan dan adil," katanya.
Evaluasi Menyeluruh untuk Perbaikan Sistem
Lebih jauh, Ketua DPRD ini menilai bahwa langkah ini menjadi penting agar sistem rekrutmen aparatur daerah ke depan benar-benar adil, akuntabel, dan profesional.
"Lucu rasanya kalau yang tidak pernah honor bisa lolos PPPK, sementara yang sudah belasan tahun kerja malah tersingkir. Ini yang ingin kita evaluasi dan benahi," tuturnya.
Publik Harap Pansus Jadi Pintu Masuk Reformasi Rekrutmen
Langkah DPRD Simalungun ini mendapat sorotan publik dan dipandang sebagai upaya awal untuk memperbaiki sistem seleksi aparatur sipil di daerah. Dengan terbukanya akses informasi melalui pansus, diharapkan ke depan tak ada lagi ketidakadilan dalam proses rekrutmen yang menyangkut masa depan ribuan tenaga honorer.*
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
ACEH BESAR Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam sektor pertanian,
PERISTIWA
SURAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan, kesejahteraan,
NASIONAL
PAPUA Prajurit TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terpencil. Di tengah medan pegunungan y
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamatan Ombudsman meminta proses pengisian kekosongan Anggota Ombudsman Republik Indonesia tidak sek
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA