37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
MEDAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar lebih fokus dalam menangani sejumlah persoalan strategis seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2025–2029.
Pandangan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Roby Barus, dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Medan, Senin (4/8/2025).
Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen dan dihadiri oleh Wali Kota Medan Rico Waas, Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, serta para wakil ketua DPRD.
"Kami menilai beberapa persoalan tersebut belum bisa diatasi secara maksimal. Oleh karena itu, permasalahan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan RPJMD 2025–2029," ujar Roby.
Roby mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Medan masih tergolong wilayah dengan tingkat ketimpangan pendapatan skala sedang.
Bahkan, dalam rentang waktu 2021–2023, tingkat ketimpangan di Medan tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Sumatera Utara maupun nasional.
"Ketimpangan ini disebabkan masih banyaknya masyarakat berpenghasilan rendah dibandingkan kelompok berpenghasilan tinggi. Pendapatan per kapita Kota Medan juga masih tergolong rendah dibanding kota-kota besar lainnya," jelasnya.
Lebih lanjut, Fraksi PDIP menegaskan bahwa RPJMD harus dijadikan sebagai dokumen strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Roby menilai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan memiliki peran sentral dalam memastikan perencanaan pembangunan jangka menengah yang berkualitas dan terukur.
"Kami akan terus melakukan pengawasan dan kritik yang membangun terhadap pelaksanaan RPJMD, terutama dalam hal penggunaan anggaran agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fraksi PDIP juga menekankan pentingnya pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kota Medan.
Dukungan terhadap UMKM, kata Roby, harus menyentuh aspek permodalan, pelatihan, serta akses pemasaran.
"Dengan disetujuinya Perda RPJMD 2025–2029, kami berharap prinsip transparansi, efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dapat benar-benar diterapkan dalam implementasinya," ujar Roby menutup pandangannya.
RPJMD 2025–2029 diharapkan mampu menjadi instrumen pembangunan yang inklusif, berpihak pada masyarakat kecil, dan selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan di Kota Medan.*
(mi/a008)
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN