BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Pemerintah Dorong Digitalisasi Layanan Publik Lewat GovTech AI, Target Efisiensi hingga Rp400 Triliun

Justin Nova - Rabu, 27 Agustus 2025 09:18 WIB
Pemerintah Dorong Digitalisasi Layanan Publik Lewat GovTech AI, Target Efisiensi hingga Rp400 Triliun
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital, sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, memimpin rapat perdana komite, Selasa (26/8) di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat. (foto: luhut.pandjaitan/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat agenda transformasi digital di sektor publik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari program GovTech AI.

Upaya ini dipimpin langsung oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2025.

Langkah strategis ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan digitalisasi layanan publik berjalan lebih efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga:

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital, sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, memimpin rapat perdana komite tersebut pada Selasa (26/8) di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya yang disampaikan melalui siaran pers Kementerian Komunikasi dan Digital, Luhut menyatakan bahwa implementasi GovTech AI memiliki potensi efisiensi anggaran yang sangat besar.

Baca Juga:

"Potensi efisiensi diperkirakan mencapai Rp350 triliun hingga Rp400 triliun. Ini akan sangat membantu pemerintah dalam menekan defisit anggaran hingga tahun 2026," ujar Luhut.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang menjabat sebagai Wakil Ketua II Komite, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan transformasi digital nasional.

Menurut Meutya, keberhasilan penerapan GovTech AI membutuhkan dukungan dari berbagai instansi, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga implementasi teknologi.

"Tim kami akan mengawal kebutuhan teknis dengan cermat, termasuk dalam pemilihan teknologi yang paling tepat untuk digunakan di tengah laju inovasi yang sangat dinamis," tutur Meutya.

Sebagai kementerian pengampu transformasi digital, Kementerian Komunikasi dan Digital bertanggung jawab dalam empat pilar utama pelaksanaan GovTech AI:

- Infrastruktur digital

- Aplikasi layanan publik berbasis digital

- Koordinasi dan pengelolaan data digital nasional

- Koordinasi keamanan siber, bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

GovTech AI dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah, tetapi juga untuk menciptakan sistem yang lebih akuntabel dan transparan melalui data yang terintegrasi.

Sebagai bagian dari agenda besar transformasi ini, pemerintah juga tengah mempersiapkan kebijakan deregulasi berbasis AI yang bertujuan menyederhanakan prosedur birokrasi dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik di berbagai sektor.

Dengan sistem berbasis kecerdasan buatan, proses layanan publik diharapkan dapat dilakukan secara otomatis, cepat, dan minim kontak fisik, sesuai dengan tuntutan zaman digital.*

(at/a008)

Editor
: Justin Nova
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tito Karnavian Imbau Bupati Pangkas Anggaran Tak Perlu: Perjalanan Dinas & Rapat Dibidik
CMMI Kecam Anggaran Rp3 Miliar untuk HUT Tapteng: Anggaran Rakyat Bukan untuk Pesta Seremonial
Microsoft Uji Fitur Baru di Windows 11, Bawa Akses Aplikasi Android ke PC
DPRD Tapteng Soroti Anggaran Rp 3 Miliar untuk HUT Daerah, Sementara Beasiswa Mahasiswa Nyaris Dihentikan
Bimtek Aparatur Desa Tapsel di Medan Tuai Sorotan: Janji Kampanye Bupati Gus Irawan Dipertanyakan
Meta Resmi Jalin Kerja Sama dengan Midjourney untuk Perkuat Teknologi Visual AI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru