Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Kami Kecewa, Suporter Lebih Kecewa
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto mengundang 16 organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk melakukan dialog di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (30/8/2025).
Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut juga dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, atau yang lebih dikenal dengan Gus Yahya, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai masalah bangsa dan upaya bersama dalam menghadapinya.
"Alhamdulillah, sore ini rombongan 16 organisasi kemasyarakatan Islam diterima oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. Dialog ini dilakukan dengan hati ke hati untuk memahami permasalahan bangsa yang dihadapi, khususnya saat ini," kata Gus Yahya dalam keterangannya.
Menurut Gus Yahya, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk bekerja sama dalam menghadapi tantangan bangsa dan mengajak masyarakat untuk lebih tenang. Ia juga menambahkan bahwa akan ada pertemuan lanjutan antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam yang dijadwalkan berlangsung di Istana Negara.
"Mudah-mudahan di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan dari tubuh umat Islam di Indonesia ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai dialog tersebut berlangsung terbuka dan produktif. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mengingat ormas Islam di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan penting dalam kemerdekaan serta pascakemerdekaan.
"Kami punya pandangan yang sama bahwa kita, kekuatan ormas Islam sebagai kekuatan yang punya sejarah yang panjang di republik ini, memahami betul bahwa persatuan, keutuhan, dan masa depan bangsa itu perlu kita jaga bersama," ujar Haedar.
Haedar juga menekankan pentingnya menjaga demokrasi dengan penuh tanggung jawab dan keadaban. Ia berharap seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi dengan cara yang baik dan tidak terkontaminasi oleh tindakan kekerasan atau hal-hal yang dapat meruntuhkan keutuhan bangsa.*
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
JAKARTA Kebakaran melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat
PERISTIWA
GAYO LUES Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan adanya aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap personel kepolisian akan dilakukan sec
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m
OPINI
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menjalani pemeriksaan intensif sebagai tersangka da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, kembali mengajukan gugatan praperadilan terkait perkara dugaan ko
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, membantah tuduhan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah yang dipimpinnya akan tetap berada di jalur yang benar dalam menjalankan berbaga
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) membantah pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesej
NASIONAL