BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Gubernur Koster Dorong Kolaborasi Enam Sektor, Targetkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Tuntas 2025

Fira - Rabu, 03 September 2025 18:14 WIB
Gubernur Koster Dorong Kolaborasi Enam Sektor, Targetkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Tuntas 2025
Rapat Evaluasi Tim Kerja Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Rabu (3/9). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Bali Bersih dan Lestari melalui penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber.

Dalam Rapat Evaluasi Tim Kerja Percepatan Pelaksanaan Pembatasan Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Rabu (3/9), Koster memerintahkan percepatan program dengan melibatkan enam sektor utama.

"Kita tidak boleh bosan, tidak boleh capek, apalagi berhenti. Kita harus terus bergerak," tegas Koster di hadapan tim kerja lintas instansi.

Enam Sektor Jadi Pilar Utama

Enam sektor yang diperintahkan bergerak aktif mencakup:

- Instansi pemerintah dan swasta,

- Desa/kelurahan/desa adat,

- Pelaku usaha (hotel, restoran, pusat perbelanjaan),

- Lembaga pendidikan dan pelatihan,

- Pasar (PD Pasar dan pasar desa/desa adat), serta

- Tempat ibadah.

Menurut Koster, kolaborasi antarsektor sangat penting dalam menyukseskan misi Bali Bebas Sampah, khususnya menuju penghentian total aliran sampah ke TPA Suwung pada Desember 2025.

Dalam rapat tersebut, Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Bali, Putri Suastini Koster, menyampaikan bahwa pendekatan lama "kumpul, angkut, buang" sudah tidak relevan.

Bali kini mengadopsi sistem baru yang menekankan pengolahan sampah di sumbernya.

"Ketika sampah organik dikelola langsung di rumah, volumenya bisa berkurang hingga 65 persen. Sisanya dapat ditangani di tingkat desa," ujar Putri Koster.

Ia menambahkan bahwa hingga Agustus 2025:

- 40.569 unit Teba Modern telah dibangun,

- Dengan kapasitas tampung mencapai 23.849 ton,

- Dan sebanyak 42.341 KK di Bali telah mengelola sampah berbasis sumber.

Sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber telah menjangkau 26 dari 57 kecamatan di Bali atau setara dengan 45,61% wilayah, dengan 2.098 peserta aktif.

Kecamatan dengan partisipasi terbanyak antara lain Kintamani, Gianyar, Mengwi, Payangan, dan Susut.

Koster juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja kolektif yang sudah berjalan dan mendorong percepatan pembangunan TPS3R dan TPST, pembangunan Teba Modern untuk sampah organik, dan program pembelian pupuk organik antar kabupaten/kota.

"Kalau desa bersih, maka Bali akan bersih," kata Koster.

Ia menginstruksikan kepala desa, lurah, dan bendesa adat untuk mengambil peran aktif dalam mengedukasi dan memastikan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

Program Gotong Royong Bali Bersih Sampah juga akan digelar rutin di desa, sekolah, dan desa adat sebagai bagian dari penguatan gerakan sosial.

Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga adat, Koster optimistis Bali dapat tampil sebagai pulau yang bersih, hijau, dan mandiri tanpa ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru